Jadwal Tes SKB CPNS 2018 Sudah Diumumkan, Simak Cara Mengetahui Nilai TES SKD Kalian Lolos Apa Tidak

AntariMedia.com - Pemerintah akhirnya sudah merililis jadwal tes SKB CPNS 2018. Berdasarkan rencana, Tes SKB CPNS 2018 akan digelar dalam waktu 4 hari mulai tanggal 1 sampai 4 Desember atau awal bulan depan.


Peserta yang dianggap sudah lolos tes SKD akan masuk ke tahap Tes SKB CPNS 2018 yang alan terbagi menjadi dua kelompok.

Hal itu mengacu pada kebijakan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 mengenai sistem ranking guna menentukan lolos apa tidaknya peserta dlam tes SKD.

Berdasarkan peraturan itu, peserta yang berhak mengikuti tes SKB bukan hanya mereka yang lolos passing grade (nilai ambang batas) SKD saja.

Tes SKB CPNS 2018 akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Dan bagi peserta yang tes menggunakan sistem CAT ujian SKB akan dimulai pada tanggal 4 Desember 2018.

Sedangkan bagi yang menggunakan sistem UNBK Kemendikbud, tes SKB mulai dilaksanakan pada tanggal 1 atau 2 Desember 2018.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menginginkan proses seleksi CPNS 2018 akan selesai pada tahun ini juga.

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018, peserta SKB ialah mereka yang lolos passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), atau yang tidak memenuhi nilai ambang batas (passing grade), tetapi memiliki ranking nilai akumulasi terbaik dan masih berada dalam jumlah tiga kali formasi yang dibutuhkan.

Nantinya, peserta yang lolos passing grade dan yang tidak lolos passing grade akan bersaing di dua kelompok yang berbeda.

Peserta yang lolos passing grade ialah kelompok pertama, lalu yang tidak lulus passing grade berada pada kelompok yang kedua.

Bukan hanya itu saja, peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 juga sudah mengatur tentang nilai kumulatif peserta yang berhak ikut SKB, tetapi tidak memenuhi nilai ambang batas.

Di antaranya ialah nilai kumulatif SKD formasi Umum, paling rendah 255. Berdasarkan data center BKN menjelang akhir pelaksanaan SKD kemarin, tingkat kelulusan peserta di tingkat kementerian/lembaga Pemerintah Pusat berjumlah 12,5%, wilayah barat 3,7%, wilayah tengah 2,2% serta wilayah timur 1,4%.

Angka tersebut juga diperoleh jika menggunakan peraturan passing grade aturan yang lama.

Tetapi dengan adanya peraturan yang baru ini, rata-rata tingkat kelulusan peserta SKDkementerian/lembaga diproyeksikan bisa mencapai angka 73,8%, wilayah barat 66,6%, wilayah tengah 54,9% dan juga wilayah timur 44,2%.

Lalu bagaimanakah cara untuk menentukan apakah nilai Tes SKD mu lolos atau tidak?

Mengutip dari penjelasan Bima pada laman resmi BKN, berikut merupakan contoh per kasus yang mungkin akan terjadi di lapangan, guna memahami bekerjanya Peraturan Menteri PAN bRB Nomor 61 Tahun 2018:

Kasus 1

Formasi: 1
Lolos PG Awal: 1
Yg ikut SKB: 1

Kasus 2

Formasi: 1
Lolos PG awal: 0
Yang ikut SKB: 3 (ranking 1-3)

Kasus 3

Formasi: 2
Lolos PG: 2
Yang ikut SKB: 2 (keduanya yg lolos PG awal)

Kasus 4

Formasi: 2
Lolos PG awal: 1
Yang ikut SKB: 4, terdiri dari
- 1 yang lolos PG awal untuk mengisi formasi #1
- 3 (yang tidak lolos PG awal, ranking 3 terbaik) untuk memperebutkan formasi #2

Kasus 5

Formasi: 1
Lolos PG Awal: 7
Yang ikut SKB: 3 (yang lolos PG Awal dan ranking 3 terbaik)

Peserta yang tidak lolos PG awal, dapat mengikuti SKB jika:

1. ada formasi yang kosong (tidak terisi oleh mereka yang lolos PG awal)

2.menduduki ranking 3 terbaik, untuk setiap formasi yang kosong. Misal:

- formasi yang kosong 1, ranking 1-3 yang ikut SKB
- formasi yang kosong 2, ranking 1-6 yang ikut SB

3. Memenuhi passing grade:

- 255 untuk formasi umum, formasi khusus cumlaude dan formasi khusus diaspora,

- 220 untuk formasi khusus: putra/putri Papua/Papua Barat, disabilitas, dan Eks THK2 guru/tenaga medis/paramedis.

Sumber: Bangkapos.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
.....Klik 2x (Close).....