Orang Asing Mendekat Tak Ragu Akan Dibunuh, Inilah Suku Terasing Yang Ada di Pulau Sentinel

AntariMedia.com - Kehidupan masyarakat Sentinel kembali membuat heboh atas kematian turis yang berasal dari Amerika Serikat dikarenakan tewas dipanah oleh suku pedalaman tersebut tepatnya di Samudera Hindia.


Suku di kepulauan ini diyakini merupakan suku pra-Neolitik terakhir di dunia. Keseharian suku Sentinel ini dikenal suka menembakkan panah kepada orang asing yang berusaha mendekati mereka yakni Pulau Sentinel Utara tepatnya di Kepulauan Andaman, India. Dikabarkan pula jika mereka-lah yang menembakkan panah ke arah turis Amerika Serikat, John Allen Chau, lalu dibiarkan mati begitu saja di tepi laut.

Chau dikabarkan membayar nelayan secara ilegal karena ingin mengunjungi pulau tersebut. Kematian Chau ini sekan jadi pertanda jika suku Sentinel menjaga agar selalu terputus oleh dunia luar dalam waktu yang lama.

Fakta mengenai suku Sentinel juga tak banyak amat sedikit fakta mengenai suku tersebut. Mereka disebut sebagai "uncontacted people", atau sebuah keelompok yang hidup tanpa adanya hubungan dengan dunia luar.

Suku Sentinel ini tinggal di Pulau Sentinel Utara yang beradaa di Samudera Hindia. Pulau itu hanya memiliki luas 60 km persegi atau sekitar 1.200 km dari daratan India.

Pulau Sentinel menjadi milik India sejak tahun 1974, akan tetapi diakui sebagai negara bagian yang berdaulat.

Jumlah populasi yang ada di suku Sentinel diperkirakan anya mencapai 50 sampai 150 orang. Bahasa yang mereka gunakan juga bahasa mereka sendiri dan tentunya tak diucapkan ole orang luar, Smpai-sampai mereka juga tidak berhubungan dengan orang-orang yang menghuni di pulau sekitar.

Kehidupan suku Sentinel ialah dengan berburu serta meramu. Parahnya lagi, mereka tak segan-segan akan membunuh jika ada orang asing yang coba mendekat ke pulau tersebut.

Perlindungan pemerintah India Terhadap Suku Sentinel

Pemerintah India juga berupaya serta melindungi apa yang di inginkan mereka untuk dibiarkan tanpa adanya interaksi dengan dunia luar.

Pada tahun 2017, Pemerintah India telah menetapkan undang-undang yang melarang mengambil fotomaupun video terhadap suku-suku yang ada di Pulau Andaman.

Sementara itu pada tahun 2010, keamanan pantai India menangkap lebi dari 100 nelayan Myanmar yang dianggap kurang lebih satu bulan mengancam kehidupan suku tersebut.

Di tahun 2004 anggota suku Sentinel berhasil selamat dari tsunami lalu menembakkan anak panah ke arah helikopter militer India yang ingin mengetahui kondisi mereka.

Bukan tanpa alasan pemerintah India membiarkan suku ini karena daya tahan tubuh mereka sanagt lemah, dan mereka gampang sekali terserang flu dan juga campak.

Suku terasing lainnya

Lembaga Survival International pada tahun 2013 memprediksikan masih ada sekitar 100 kelompok suku yang masih terasing di dunia. Suku terasing tersebut kebanyakan ada di Amazon, yang diantaranya Brazil, Peru, dan Papua Nugini.

Di tahun 2013, lembaga tersebut sukses mengambil gambar suku Mascho-Piro yang ada di Peru dan dikabarkan pula sebelumnya juga hanya sedikit berinteraksi dengan dunia luar.

Lalu untuk di Kepulauan Andaman, masih ada satu lagi yakni suku Jarawa. Tetapi Suku yang ini lebih ramah karena menerima kedatangan orang asing.

Sumber: TribunKaltim.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
.....Klik 2x (Close).....