Sistem Perangkingan, Diprediksikan Bisa Meloloskan 586 ribu Peserta Tes CPNS 2018

AntariMedia.com - Sistem ranking yang akan diterapkan pada tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, dianggap mampu meloloskan 586 ribu peserta dari tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ke tahap selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).


Hal ini terlihat berdasarkan jumlah peserta yang lolos tahap SKD. Berdasarkan sistem passing grade (ambang batas nilai) yang hanya mencapai 128 ribu orang. Hal ini sangatlah jauh, karena Pemerintah membuka lowongan untuk 238 ribu formasi CPNS.

Tahap SKD sudah terlaksana dan sekarang akan masu ke tahap selanjutnya yaitu tahap SKB."Padahal, yang diperlukan ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) jumlahnya minimal tiga kali formasi untuk memenuhi syarat dalam seleksi CPNS 2018 tahap SKD," ujar Syafruddin, seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (21/11/2018).

Ini berarti, minim harus ada 714 ribu peserta dalam SKB. Tapi jika hanya terdapat 128 ribu orang yang lolos SKD, maka pemerintah setidaknya harus bisa meloloskan 586 ribu peserta, yang tak berhasil memenuhi passing grade.

Aturan passing grade bagi peserta tes CPNS tahap SKD, peserta seminim-minimnya harus bisa memperoleh nilai 75 untuk Tes Wawaaan Kebangsaan, 80 untuk Tes Intelegensia Umum, dan juga 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi. Jadi tot skor minim yang harus diraih peserta dalam tahap SKD ialah 298.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin juga sudah menandatangani Peraturan Menteri PAN-RB nomor 61 Tahun 2018 mengenai Optimaslisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasj Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

Dan dengan adanya peraturan seperti ini, maka peserta SKB akan terbagi menjadi dua. Yang pertama, bagi yang sudah lulus passing grade SKD. Sementara yang kedua bagi peserta CPNS yang tak lulus passinv grade SKD tetapi masuk pada ranking terbaik, sedangkan untuk minimal skor SKD adalah 255 bagi peserta umum.

Tahap SKB direncanakan akan dimulai pada awal bula Desember 2018. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana juga menjelaskan, jika tes SKB akan memakai sistem computer assisted test (CAT).

Nantinya, para peserta akan ada yang menggunakan sistem CAT milik BKN dan juga untuk peserta yang ada di daerah akan menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Untuk seleksi yang menggunakan sistem CAT akan mulai dilaksanakan pada 4 Desember 2018.

"Untuk yang menggunakan fasilitas UNBK ini akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Desember bisa ikut tes, karena mereka menggunakan fasilitas sekolah," ujarnya di kantornya, Kamis (22/11/2018), seperti dikutip dari financedetik.

Bima juga menerangkan, materi ujian SKB ini tergantung dari formasi jabatan yang dilamar. Misalnya, untuk tenaga kesehatan maka materi ujiannya akan dirumuskan Kementerian Kesehatan.

Lalu, untuk tenaga pendidik misal seperti dosen akan disusun Kementerian Riset, Teknologi, dan juga Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sedangkan, untuk guru disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bima berharap, SKB ini bisa selesai dalam waktu tujuh hari. Bima memastikan tes SKB tahun ini tak jauh berbeda dengan tes-tes pada tahun sebelumnya. Hanya dua model peserta itu yang akan jadi pembeda.

Nantinya, hasil SKB akan digabungkan dengan hasil SKD untuk menentukan kelulusan. "Rumusannya disesuaiakan Permenpan adalah 40 persen SKD dan 60 persen SKB," kata dia. Kini, BKN kini tengah memvalidasi peserta yang lolos SKD.

Sumber: Beritagar.id

 

Comments

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...