Total 6.202 Formasi CPNS Masih Kosong Pelamar

AntariMedia.com - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah resmi bergulir. Akan tetapi, ternyata masih ada sekitar 6.202 formasi yang masih kosong pelamar atau tidak diminati pelamar CPNS 2018.


Adapun formasi tersebut terdiri atas 152 formasi umum serta 562 formasi khusus untuk kementerian/lembaga. Lalu untuk instansi pemda wilayah barat ada 1.476 formaai umum dan juga 724 formasi khusus tidak mempunyai pelamar.

“Sementara wilayah tengah yang tidak ada pendaftarnya sebanyak 1.220 formasi umum dan 335 formasi khusus. Untuk pemda wilayah timur ada 1.440 formasi umum dan 329 formasi khusus. Jadi ini dari awal sudah kosong,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana di Jakarta, kemarin.

Bagi formasi-formasi yang masih kosong tersebut, lanjutnya akam diberi kesempatan bagi para pelamar yang tak lolos dalam Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk mengisinya. Meskipun begitu, masih ada ketentuan yang harus dipenuhi agar bisa mengisi formasi tersebut misal seperti lokasi dan juga kualifikasi pendidikan yang sama.

“Sebenarnya SKB tidak menggugurkan. Karena kelulusan itu nilai SKD (seleksi kompetensi dasar) yang akan digabungkan dengan SKB. Nilai tertinggilah yang lolos CPNS. Nah sisanya yang ikut SKB ini bagaimana? Nah ini bisa mengisi jabatan lain yang masih kosong,” ujarnya.

Akan tetapi, untuk penempatan-nya tidak akan dilakukan asal-asalan. Hal ini guna menjaga proses seleksi CPNS yang transparan serta berkualitas. Salah satu hal yang memang diperhatikan dalam mengisi ialah formasi serta kualifikasi pendidikan yang sama. Misal, guru kelas di SD formasinya satu, yang ikut SKB ada 3 orang. Hanya satu yang diterima. Tapi ternyata di wilayah yang sama, guru SD ada 2 yang kosong. Jadi, karena di lokasi kabupaten dan pendidikan yang sama, maka itu bisa untuk mengisi formasi,” terangnya.

Bima juga kembali menegaskan jika tidak akan ada pihak yang dapat mengatur penempatan ini. Jadi untuk menempatkan formasi yang kosong akan dilakukan secara sistem. Maka, sistem secara acak akan memilih mana yang akan masuk ke SD tadi. Maka, tidak memungkinkan akan ada intervensi dalam mengisi formasi yang kosong.. Kita tidak ingin ada pihak yang dapat mengatur penempatan itu karena itu bisa dianggap tidak transparan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pengisian ini tak terbatas jenis formasi umum ataupun khusus. Jika ada formasi khusus yang kosong pada jabatan yang sama, maka dapat di isi dari formasi umum."begitu sebaliknya, jadi hal ini merupakan proses guna mencoba mengoptimalkan jabatan yang kosong supaya tidak terjadi penurunan kualitas pelayanan publik. Maka begitulah prosesnya," ungkapnya.

Pakar administrasi publik Universitas Padjajaran (Unpad) Yogi Suprayogi juga menilai adanya kebijakan tersebut tidak masalah. Tetapi, pemerintah juga harus berhati-hati dalam melakukan penempatan untuk formasi yang kosong. “Kalau untuk formasi yang sama dan lulus SKD dan ikut SKB tidak ada masalah. Tetapi tentunya harus dilihat dengan lebih berhati-hati. Yang paling penting adalah ialah harus memberitahu kalau mau ditempatkan di formasi lain,” ungkapnya.

Menurutnya, jika langsung ditempatkan tanpa ada pertimbangan yang cukup matang, maka akan berdampak pada buruk pada kinerja. Karena, dalam UU ASN telah mensyaratkan harus sesuai secara sosiokultural. “Harus diberi tahu. Supaya tetap maksimal kerjanya,” ujarnya.

Selebihnya ia juga menyoroti banyaknya formasi yang kosong pelamar. Menurutnya memang ada formasi favorit dan tidak. Terutama formasi-formasi pemda yang ada di wilayah terpencil."Inilah yang membuat distribusi PNS tidak merata. Saya pikir pemerintah harus membuat diskresi dalam hal penempatan PNS di wilayah tersebut. Mulai dari tunjangan sampai adanya masa ikatan dinas,” ujarnya

Sumber: Sindonews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel