Ini Dia Peraih Nilai Sempurna di Tes SKB CPNS 2018

Antarimedia.com - Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 (CPNS 2018) kini sudah masuk ke tahap akhir, yaitu tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).


Dalam Ujian SKB CPNS 2018, para peserta benar-benar mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin supaya bisa lolos dan menjadi ASN 2019. Dari hasil kerja kerasnya itu, terbukti banyak peserta yang berhasil mendapatkan nilai bagus. Contoh salah satunya ialah Ayu Jenytia Nadly.

Mengutip akun Twitter resmi milik BKN, @BKNgoid, Senin, 10 Desember 2018, Ayu Jenytia Nadly merupakan salah satu peserta yang berhasil mendapat nilai SKB tertinggi. Bahkan ia berhasil menempati peringkat satu (top scorer) yang berhasil meraih nilai sempurna (500) dalam tes SKB CPNS 2018.

Ayu adalah peserta tes SKB CPNS 2018 untuk Pemerintah Kabupaten Tanggamus formasi Bidan Terampil. Ketika ujian sedang berlangsung, ia mendapatkan jadwal ujian sesi ke-9 Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Dengan hasil ini, Ayu Jenytia Nadly sementara ini menjadi top scorer SKB CPNS 2018, untuk formasi Bidan Terampil.

"Selamat kepada Ayu Jenytia Nadly yg meraih nilsi sempurna (500) dlm SKB #CPNS2018 Sesi ke-9 Pemkab Tanggamus.

Ayu memilih formasi Bidan Terampil. Ah, mimin ingin diperiksa Mbak Ayu suatu saat. Pasti detil & teliti hehehe.

#2019JadiASN#BKNSemangatUntukNegeri," kicau BKN.

Gagal Ikut Tes SKB Meski Lolos Passing Grade 2 CPNS 2018, Kenapa?

Masing-masing instansi pemerintah masih terus mengumumkan daftar peserta yang lulus tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sebenarnya Jadwal ini sudah telat dari tanggal awal yang disebutkan jika pengumuman akhir adalah 3 Desember 2018.

Dalam proses tes SKD, ada kebijakan Passing Grade 2 (PG2) yang dihitung guna memenuhi kuota formasi instansi untuk ikut Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yaitu dengan batas tiga kali jumlah formasi. Tetapi, banyak peserta tes SKD yang nilainya memenuhi PG2 dan tidak bisa ikut SKB, meski jumlah yang lulus dari Passing Grade 1 (PG1) masih sedikit.

Ternyata, peserta tambahan dari PG2 berhenti apabila peserta lolos sudah pas dengan jumlah kuota formasi. Lulus PG2 pun juga tidak menjamin bisa lanjut ke proses selanjutnya.

"Jika formasi sama dengan jumlah PG1, tak perlu lagi tambahan dari PG2," ujar Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) M. Ridwan melalui pesan singkat ke Liputan6.com sebelum bertolak ke Medan, Jumat 7 Desember 2018.

Beragam instansi mencoba untuk meloloskan peserta tes SKD dalam jumlah yang berbeda-beda. Ada yang jumlah kelulusan peserta SKB sama persis dengan formasi, ada pula yang lebih, meski tidak sampai tiga kali formasi.

Pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan RB) berusaha agar tidak ada formasi yang kosong agar tidak menyulitkan kinerja. Sementara itu, BKN sebelumnya memastikan bahwa tidak akan ada peserta tes SKD yang langsung auto-PNS, dan semuanya harus tetap ikut SKB, pengecualian formasi tertentu seperti yang memiliki sertifikat guru.

Sumber: Liputan6.com

Comments

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...