Satu Keluarga di Garut Deklarasikan Sensen Adalah Nabi, Mulai Dari Sholat Menghadap ke Timur Hingga Ubah Kalimat Syahadat


AntariMedia.com - Lama tak terdengar kabarnya, nama Sensen Komara kembali lagi menjadi topik pembicaraan terhangat di Kabupaten Garut. Ia kembali diperbincangkan masyarakat garut lantaran ajaran atau aliran yang menganggap dirinya sebagai nabi muncul kembali.


Munculnya ajaran Sensen diketahui pasca satu keluarga wilayah Kecamatan Caringin berikrar bahwa dirinya sebagai pengikutnya. Selain satu keluarga itu, diduga masih ada lagi warga yang ikut dengan dengan ajaran Sensen.

Ketua MUI Kecamatan Caringin Ahmad Nurjaman, mengungkapkan awal mula munculnya penganut aliran Sensen di wilayahnya. Dimulai pada Agustus lalu, pihaknya dan juga Muspika Caringin telah mendapatkan surat yang ditulis oleh  Hamdani, seorang warga Caringin.

Dan tak diduga-duga, isi suratnya sangatlah mengejutkan, karena isinya ialah meminta ijin untuk melaksanakan Sholat menghadap ke timur serta ditambah pula kalimat Syahadat yang telah berubah "Ashadu Anla Ilaha Illaloh Wa Ashadu Anna Bapak Drs Sensen Komara Bin Bapak Bakar Misbah Bin Bapak KH Musni Rosulalloh," tulisnya. Ahmad juga mengakui sudah menangani kesalahan aqidah warganya ini.

Ia beserta sejumlah pihak sudah meminta agar Hamdani mau kembali ke jalan yang benar, jalan yang sesuai dengan syariah Islam. 

Pada tanggal 20 November 2018 datang lagi sepucuk surat lainnya. Kali ini yang berisi menyatakan bahwa Sensen adalah rasul.
“Sedang kami tangani kasus Sholat menghadap ke timur, akan tetapi kemudian muncul lagi permasalahan lainnya. 

Hamdani dan keluarganya tiba-tiba mendeklarasikan diri menjadi pengikut Sensen dan mereka menganggap Sensen sebagai rasul," ujar Ahmad, Senin 3 Desember 2018.

Diikuti ustadz

Ahmada juga memberikan info lain mengenai kelompok warga yang ikut alirab sesat Sense di wilayahnya, karena memanh sudah tercium cukup lama. Yang lebih miris lagi, jika pernah ada ustadz yang turut pula menjadi anggota.

Ia menambahkan, ustadz tersebut bernama Wowo, ia juga tak hanya mengaku sebagai pengikut sensen. Wowo menyatakan dirinya adalah Jenderal dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Sensen.

Kata Ahmad, wowo ditangkap dan menjalani hukuman penjara selama tiga tahun di tahun 2013. 

"Setelah bebas dari hukuman penjara, Wowo membuat pernyataan dan mengucapkan dua kalimat syahadat. 
Mengenai kepribadian dan ketauhidan Wowo secara rinci pasca bebas dari penjara, terus terang saya juga kurang mengetahuinya," katanya.

Gangguan kejiwaan

Di tempat yang terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut, Wahyudijaya, juga telah membenarkan adanya kemunculan kembali kelompok yang menyatakan pengikut Sensen. Ia pun mempertanyakan kembali hukuman kepada Sensen yang disebut-sebut mengalami gangguan kejiwaan.

Ia juga membeberkan, jika dulu kasus Sensen itu pernah diproses secara hukum hingga memasuki proses persidangan. 

Berdasarkan hasil persidangan, Sensen dinyatakan bersalah karena dianggap sudah melakukan penistaan agama, dan juga perbuatan makar karena sudah mengaku sebagai Presiden Negara Islam Indonesia (NII).

Wahyu menambahkan, saat itu Sensen tak bisa dipenjara karena berdasarkan rekomendasi psikiater, Sensen terbukti alami gangguan kejiwaan alias gila. Lalu yang jadi pertanyaan, jika memang Sensen gila, kenapa sampai saat ini masih ada aktivitas pengikutnya.

"MUI Garut sudah mewacanakan kembali putusan pengadilan kepada Sensen. Kami meminta kepada Bakorpakem (Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) guna menerbitkan rekomendasi terkait aliran sesat Sensen," 


Comments

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...