5 Keuntungan yang di Dapat Jika Menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

(5 Keuntungan yang di Dapat Jika Menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) 

AntariMedia.com - Ditetapkannya PP Nomor 49 Tahun 2018 mengenai Manajemen PPPK nampaknya menjadi kabar bagus bagi warga negara Indonesia yang ingin mengabdi pada negara tetapi di luar jalur PNS. Sebenarnya mengenai PPPK banyak yang beranggapan jika PPPK merupakan bentuk lain dari tenaga honorer. Akan tetapi dan perlu dicermati lagi sebenarnya PPPK dan tenaga honorer ialah 2 hal cukup berbeda.

Tenaga honorer tidak langsung otomatis menjadi PPPK, tapi selama masa transisi 5 tahun ke depan mereka bisa diprioritaskan untuk mengikuti seleksi PPPK jika memenuhi syarat yang sudah ditentukan.

Ditetapkannya aturan PPPK ini diharapkan bisa menjadi salah satu jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer.

Mengutip dari laman IDNTimes, Berikut keuntungan yang didapat jika lolos menjadi PPPK.

1. Multi level entry

Bukan seperti PNS yanv harus memulai karir sari jenjang jabatan yang rendah, PPPK bisa masuk melalui jenjang tertentu bahkan bisa juga langsung pada jenjang tertinggi pada jabatan yang dibutuhkan oleh organisasi sesuai kriteria jabatan yang ditentukan pada PP Manajemen PPPK. Hal ini memungkinkan adanya skema multi level entri pada seleksi PPPK.

Adapun jabatan yang bisa di isi oleh PPPK ialah JPT Utama Tertentu, dan JPT Madya Tertentu yang setara eselon I/a dan I/b, Jabatan Fungsional Tertentu pada semua jenjang jabatan dan juga jabatan lain yang ada pada Badan Layanan Umum serta Badan Layanan Umum Daerah misal seperti perguruan tinggi negeri baru dan rumah sakit daerah.

2. Penghasilan yang diperoleh setara dengan PNS

Tidaklah sama dengan honorer yang mendapatkan penghasilan kecil bahkan ada yang dibawah UMR. PPPK akan mendapatkan penghasilan yang sama seperti PNS jika mengisi jabatan yang sama dengan PNS.

Jika seorang PPPK mengisi jabatan guru jenjang madya, maka penghasilan yang akan diperoleh akan relatif sama dengan PNS yang menduduki jabatan tersebut. Jadi tidak akan ada lagi gap penghasilan yang signifikan antara PNS dan PPPK untuk Jabatan yang sama.

Komponen penghasilan yang diperoleh PPPK telah diatur sesuai dengan aturan perundang-undangan yang telah berlaku.

3. Memperoleh fasilitas sama seperti PNS

Selain masalah penghasilan yang diterima, PPPK juga akan memperoleh fasilitas yang sama dengan PNS, antara lain: tunjangan kematian serta tunjangan kecelakaan kerja. Selai itu masih ada lagi penghargaan untuk PPPK jika berhasil menunjukkan kinerja yang baik.

4. Batas usia pelamar lebih panjang

Jika batas usia seleksi CPNS paling tinggi ialah 35 Tahun dan 40 tahun untuk Jabatan-jabatan tertentu, maka PPPK bisa melamar suatu jabatan ASN dengan batas usia pelamaran hingga 1 tahun sebelum batas usia pensiun jabatan yang dilamar.

Misal seperti: jabatan fungsional guru yang batas usia jabatannya 69 tahun, maka batas usia pelamar hingga usia 59 tahun kurang (termasuk waktu yang dibutuhkan untuk proses seleksi).

Bagi pelamar yang lulus seleksi dengan usia 59 tahun, maka kontrak kerja yang akan diberikan adalah 1 tahun hingga yang bersangkutan memasuki batas usia jabatan yang diisi.

Dengan adanya perpanjangan batas usia pelamar ini, maka masyarakat yang tidak bisa mengikuti seleksi CPNS karena usianya sudah di atas 35 maka berpeluang besar untuk mengikuti seleksi PPPK.

5. Bisa dikontrak hingga batas usia pensiun jabatan

Kontrak kerja bagi PPPK ialah minim 1 tahun dan bisa diperpanjang sesuai dengan kebutuhan organisasi hingga batas usia pensiun jabatan, dengan mempertimbangkan evaluasi kinerja per tahunnya. Jika kinerjanya dinilai cukup baik maka kontrak kerja bagi yang bersangkutan akan diperpanjang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Nah itulah sederet keuntungan jika menjadi PPPK. Jika anda berminat mengabdi pada negara melalui jalur PPPK, maka rekrutmen PPPK kabarnya akan mulai digelar pada akhir bulan Januari tahun 2019. Bagi yang mau mendaftar persiapkan juga persyaratannya.

Sumber: IDNTimes

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel