8 Tips Agar Lolos Saat Wawancara Kerja



AntariMedia.com - Wawancara kerja adalah tahap akhir ketika melamar pekerjaan. Tentunya akan ada banyak hal yang harus diperhatikan supaya proses seleksi wawancara kerja bisa dengan baik dan berhasil.

Kesalahan kecil biasanya itu seperti datang terlambat atau berpakaian tidak rapi, maka dari itu usahakan untuk sebisa mungkin menghindari kesalahan sekecil apa pun karena kesalahan kecil bisa mempengaruhi hasil dai wawancara kerja. Persiapan yang matang sangatlah diperlukan karena hasil wawancara kerja sangatlah berpengaruh bagi masa depan anda.

Ketika susah dinyatakan lolos ke tahap wawancara, maka sesegara mungkin persiapkan diri sebaik-baiknya. Aisihkan waktu anda guna memantapkan diri sebelum wawancara kerja tiba. Supaya hasilnya tidak mengecewakan, bekal diri anda dengan beberapa tips agar lolos wawancara yang mengutip dari laman Cermati. Dan berikut tipsnya.

1. Meyakinkan diri sendiri terlebih dulu

Sebelum meyakinkan pewawancara, anda perlu meyakinkan diri sendiri terlebih dulu. Dan ketika anda sudah yakin, maka anda akan lebih percaya diri ketika diwawancarai. Hal ini akan terlihat melalui mimik wajah, gestur tubuh, serta tatapan matamu terhadap lawan bicara.

Buang juga hal-hal yang bisa membuat dirimu merasa kurang yakin pada diri sendiri, misal seperti rasa takut dan gugup yang berlebih. Jika anda masih kurang yakin, maka orang lain juga merasa tidak yakin dengan anda.

2. Mempelajari seluk beluk perusahaan

Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan yang anda lamar. Mulai dari spesifikasi perusahaan, visi, misi, reputasi, gaji rata-rata, sampai kompetitor terbesar dari perusahaan. Informasi tersebut akan memudahkan anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan dari si pewancara.

Jadi anda tidak perlu menghafalkan semua informasi tentang perusahaan. Cukup garis besarnya saja karena pewawancara tidak akan menanyakan hal hingga detail. Yang terpenting adalah anda tahu supaya tidak kaku ketika menjawab.

3. Membekali diri dengan ketrampilan yang dimiliki

Bawalah dokumen-dokumen yang dibutuhkan, misal seperti CV, ijazah, dan juga sertifikat pendukung lainnya tujuannya ialah sebagai salah satu bukti jika anda sangatlah layak untuk dipertimbangkan oleh perusahaan.

Meskipun perusahaan sudah mempunyai semua dokumen ini, tidak asa salahnya jika anda membawanya kembali. Jika perusahaan memintanya, maka dengan mudah anda menyerahkannya.

Apabila anda pernah berada pada jabatan tertentu di perusahaan, anda bisa membawa beberapa portofolio kerjamu sebagai salah satu bukti jika anda memang mahir pada bidang tersebut.

Misalnya anda pernah jadi seorang akuntan. Anda bisa membawa contoh jurnal transaksi sederhana yang telah anda siapakan sehari sebelum sesi wawancara kerja dilangsungkan.

4. Menghindari Kalimat “Saya Tidak Tahu”

Tidak semua pertanyaan yang dilemparkan oleh pewawancara harus dijawab dengan sempurna, meskipun begitu usahakan pula untuk tidak mengucapkan kalimat "saya tidak tahu". Sebagai solusi, anda bisa menjawabnya  dengan hal-hal yang masih terkait dengan pertanyaan tersebut.

Intinya anda harus bisa menciptakan percakapan yang menyenangkan supaya pewawancara merasa nyaman dengan anda. Jika anda kurang memahami pertanyaan, janganlah ragu untuk meminta pewawancara menjelaskan maksud dari pertanyaan tersebut. Car seperti ini lebih baik daripada anda binggung dan tak bisa berkata apa-apa untuk menjawab.

5. Berhati-hatilah dengan pertanyaan jebakan

Pertanyaan seperti jumlah gaji yang diinginkan atau motivasi bekerja adalah pertanyaan jebakan yang sering menyebabkan kandidat gagal diterima oleh perusahaan.

Pertanyaan tersebut harus dijawab secara realistis sesuai fakta yang sebenarnya. Misalnya masalah gaji, sampaikan saja rata-rata yang ditetapkan oleh perusahaan untuk pegawai baru.

Buatlah perusahaan tertarik dengan jawaban yang anda ucapkan. Hindari pula jawaban yang terasa seperti menyombongkan diri. Usahakan untuk selalu rendah hati meski kamu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

6. Mengenali kepribadian si pewawancara

Jangan pernah beranggapan jika semua pewawancara enak untuk diajak ngobrol. Sebagian dari mereka biasanya akan terlihat menyebalkan dan juga memasang wajah yang kurang bersahabat.

Sebagai pelamar, Anda harus bisa membaca kepribadian pewawancara melalui ekspresi serta gestur yang mereka berikan setelah anda memasuki ruang wawancara.

Bisa mengenali kepribadian pewawancara  dapat memudahkan anda membangun sebuah komunikasi. Setidaknya anda bisa menghindari hal-hal yang mungkin tidak berkenan di hatinya.

7. Menyiapkan beberapa pertanyaan pribadi

Jika pewawancara tertarik kepada anda, maka mereka akan langsung menyuruh anda untuk bertanya, baik menhenai hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan atau pertanyaan umum mengenai dunia kerja.

Alangkah baiknya untuk menyiapkan beberapa pertanyaan yang bisa semakin mempererat hubungan dengan si pewawancara. Buatlah pertanyaan yang sekiranya bisa mencairkan suasana.

Misal seperti anda melamar kerja di bank, tanyakan kenapa karyawan di bank harus rapi, bersih, serta terlihat segar. Jadilah kandidat yang enak untuk diajak ngobrol karena suara anda sangat dibutuhkan oleh perusahaan setelah anda diterima bekerja di sana.

8. Hindarilah kesan terburu-buru ketika menjawab pertanyaan 

Nikmatilah sesi wawancara dengan perasaan yang rileks dan tenang. Meskipun waktu wawancara kerja sangat terbatas, hindarilah kesan terburu-buru ketika hendak menjawab pertanyaan supaya konsentrasi tidak buyar, sehingga jawaban yang anda ucapkan maksimal serta sesuai.demgan apa yang diharapkan oleh si pewawancara. (Republika)

Itulah tips sukses saat wawancara. Semoga bermanfaat selalu info dari kami, sekian dan terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
.....Klik 2x (Close).....