Guru Honorer Adukan Nasibnya ke Komnas HAM dan Mendesak Supaya Membentuk Tim Pencari Fakta

(Guru Honorer Adukan Nasibnya ke Komnas HAM dan Mendesak Supaya Membentuk Tim Pencari Fakta/jpnn.com)

AntariMedia.com - Puluhan guru honorer mengadukan nasibnya pada Komnas HAM. Dikawal oleh Andi Asrun yang didapuk menjadi kuasa hukum guru honorer, mereka mendesak Komnas HAM untuk membentuk tim pencari fakta.

"Kami ingin mengadukan nasib guru honorer di Indonesia. Belasan hingga puluhan tahun mereka dibayar murah Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu," kata Asrun yang dihubungi JPNN, Jumat (4/1/2019).

Ia menyebutkan, jika selama ini tenaga honorer terus dipekerjakan tanpa bayaran yang manusiawi. Padahal, guru honorer ini nyata-nyata telah mengerjakan tugas PNS.

Akan tetapi, ketika ada rekrutmen CPNS, mereka justru dipersulit dengan adanya aturan batasan usia 35 tahun. Seharusnya, pemerintah memberikan penghargaan atas dedikasi guru honorer tersebut.

"Pemerintah sudah melakukan pelanggaran HAM selama puluhan tahun. Yang menjadikan guru honorer statusnya lebih rendah dari buruh," ucapnya.

Atas perlakuan dari pemerintah, lanjut Asrun, Komnas HAM harus membentuk tim pencari fakta. Supaya MenPAN-RB dan presiden bisa di adili karena telah melanggar HAM.

"Mereka harus membayar penderitaan guru honorer yang bertahun-tahun harus menangis karena diperlakukan tidak adil," jelasnya.

Sumber: JPNN.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel