PPPK Prioritaskan 159 Guru Honorer K2


AntariMedia.com - Kemendikbud menyebut jika ada 159 ribu guru honorer K2 yang diundang untuk mengikuti seleksi calon PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

“Mereka akan kita panggil by name, by address,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Maka dengan ini, kuota PPPK untuk formasi guru diutamakan untuk para guru honorer K2 yang notabene sudah bekerja.

Skema tes calon PPPK yang sebelumnya terbuka menjadi tertutup adalah hasil dari koordinasi dengan kementerian terkait dan Komisi X DPR.

Muhadjir menyampaikan harapannya, 159 ribu guru honorer yang mendapat kesempatan mengikuti tes calon PPPK bisa memanfaatkan secrama maksimal. Tetapi, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu tidak akan memaksa. “Yang mau. Kalau gak mau juga gak papa,” imbuhnya.

Sedangkan untuk nasib guru honorer lainnya yang bukan K2, Muhadjir menegaskan jika pihaknya juga akan memperhatikan. Tetapi, ia meminta supaya bersabar. Saat ini pemerintah tengah mengupayakan untuk segera menyelesaikan permasalahan honorer secara bertahap. Dalam rencana yang dibuatnya, permasalahan guru honorer akan segar selesai pada tahun 2023 yang akan datang.

Oleh sebab itu, ia meminta sekolah untuk tidak lagi mengangkat honorer. “Sebab kalau tambah-tambah terus, kapan selesainya? Soalnya kita akan segera membangun sistem rekrutmen guru yang betul-betul sistemik,” tuturnya.

Lalu, kapan tes CPPPK akan dilaksanakan? Muhadjir mengaku jika prosesnya sudah jalan. Ia memprediksikan awal bulan Februari proses seleksi sudah bisa berlangsung.

Mengenai kotanya, ia menegaskan jik 159 ribu guru honorer K2 memenuhi syarat, maka semuanya akan diangkat menjadi PPPK.

Dan yang perlu diketahui, selain tenaga pendidik, sektor lain yang juga akan mengangkat PPPK ialah tenaga kesehatan dan tenaga penyuluh pertanian. Tiga sektor itu dianggap memimiliki banyak kekurangan tenaga dibandingkan yang lainnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan, secara teknis proses rekrutmen PPPK tidak jauh berbeda dengan pengaturan seleksi CPNS. Hanya ada beberapa hal yang akan berbeda, salah satunya ialah tingkat sulitnya seleksi.

“Kan tesnya juga tidak sesulit penerimaan CPNS. Jadi akan tetap ada tes SKB (seleksi kompetensi bidang) dan SKD (seleksi kompetensi dasar) tapi bentuknya berbeda,” ujarnya di Istana terkait tes calon PPPK. (JPNN)

   

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
.....Klik 2x (Close).....