Tanggapan Kepala BKN Soal Pemda yang Menolak Bayar Gaji PPPK



AntariMedia.com - Aturan Kebijakan pemerintah pusat yang telah menyerahkan tanggung jawab pembayaran gaji PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) ternyata mendapatkan protes dari kepala daerah. Penolakan kepala daerah ialah karena adanya kemampuan fiskal daerah yang sangat terbatas.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana juga sudah menegaskan tidak akan memaksa daerah untuk merekrut PPPK.

"Ya enggak apa-apa kalau pada menolak. Yang mau saja diberikan formasi PPPK," kata Bima yang dihubungi JPNN, Minggu (27/1).

Rekrutmen PPPK bukanlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemda. Apabila Pemda merasa berat karena Masalah anggaran, maka jangan mengangkat PPPK.

Masalah memang akan diprotes oleh honorer K2, Bima juga akan mengembalikan kepada masing-masing daerah. Alasannya, honorer K2 akan diangkat daerah. Jadi wajar jika darah harus menyelesaikannya.

“Aneh juga kalau menolak angkat honorer K2 jadi PPPK. Mereka yang bikin surat beramai-ramai minta honorer K2 diakomodasi kok. Bukan pusat. Mereka juga yang rekrut honorer K2," ucapnya.

"Karena daerah yang angkat, wajib menyelesaikan masalah yang dibuat. Kau yang memulai, kau yang mengakhiri," sambung Bima mengutip lagu Raja Dangdut Rhoma Irama.

Penolakan pun juga sudah diungkapkan oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Ia mengaku akan meninjau kembali penerimaan PPPK di kota Jambi karena gajinya sendiri harus bersumber dari APBD. Padahal sebelumnya, pemerintah pusat telah mengatakan jika dana gaji PPPK berasal dari APBN.

“Sangat memberatkan. Saya termasuk kepala daerah lainnya sangat keberatan dan tentu saja akan menolak jika harus menggunakan APBD,” kata Fasha.

Fasha juga menyampaikan jika Wali Kota Jambi Maulana beberapa hari lalu juga ikut hadir saat sosialisasi PPPK di Batam. Pada sosialisasi tersebut dikatakan jika pendanaan dari APBD. Hal itulah yang membuat sebagian besar kepala daerah yang hadir menyetujui dan menolak. (JPNN)

Comments

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...