Fenomena Equinox Bikin Heboh, Apakah Benar Suhu Panas Akan Meningkat Drastis? Ini Penjelasan dari BMKG

AntariMedia.com - Fenomena ekuinoks atau dalam bahasa latinnya equinox, saat ini membuat masyarakat tengah digemparakan dengan fenomena itu.

Mengutip laman TribunJabar.id dari bmkg.go.id, fenomena ekuinoks atau equinox adalah satu dari fenomena astronomi yang mana matahari melintasi garis khatulistiwa.

fenomena-equinox-bikin-heboh-apakah-benar-suhu-panas-akan-meningkat-drastis-ini-penjelasan-dari-bmkg

Secara periodik, fenomena Equinox akan berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada musim semi dan juga sehari pada musim gugur.

Fenomena equinox sendiri biasanya terjadi pada bulan Maret dan juga bulan September. Ketika fenomena ini berlangsung, diluar bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan.

Mengutip laman Tribunjabar.id dari Tribunnews.com, ekuinoks Maret adalah awal pertanda musim semi yang terjadi pada belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan.

Sementara itu, ekuinoks yang terjadi di awal bulan September adalah pertanda awal musim gugur pada belahan bumi utara dan musim semi di belahan bumi selatan.

Perlu dicatat juga, secara bersamaan, pada tanggal 18 hingga 25 Maret, akan terjadi peristiwa sun outage terhadap satelit komunikasi.

Fenomena itu terjadi saat matahari berada pada arah yang sama dengan arah datangnya sinyal satelit komunikasi yang mengitari bumi pada ketinggian 36 ribu kilometer.

Pada saat itu, antena yang ada di wilayah Indonesian tidak bisa menerima sinyal dengan baik selama kurang lebih 10 menit.

Kata Ekuinoks sendiri berasal dari bahasa latin yakni equinox, atau aequus yang artinya sama seperti nox yang memiliki arti malam.

Ketika fenomena ekuinoks terjadi, maka siang dan malam memiliki waktu yang sama, yakni masing masing 12 jam.

Di wilayah Indonesia sendiri atau tepatnya kota-kota yang berada di ekuator, antara 23,5 derajat lintang selatan sampai 23,5 derajat lintang utara, akan mengalami kluminasi atau transit.

Kota-kota itu misal seperti Pontianak (Kalimantan Barat) dan Bonjol (Sumatra Barat).

Di kota Pontianak transit terjadi pada pukul 11.50 WIB. Ketika itu matahari hampir tepat di atas kepala (titik zenith).

Akan tetapi, menjelang fenomena equinox terjadi, beredar informasi di media sosial supaya masyarakat untuk selalu waspada terhadap fenomena tersebut.

Pada saat fenomena ekuinoks, matahari akan mencapai titik paling dekat dengan bumi.

Maka dari itu, masyarakat selalu dianjurkan untuk minum air lebih banyak, makan buah serta mengurangi aktifitas di luar rumah ketika fenomena ekuinoks terjadi.

Adapun informasi itu juga masih belum jelas berasal darimana sumbernya. Menanggapi hal itu, BMKG pun menghimbau supaya masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan informasi tersebut.

Bmkg.go.id juga menjelaskan jika keberadaan fenomena equinox bukanlah HeatWave, atau salah satu fenomena yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang mana telah terjadi peningkatan suhu.

Adanya fenomena ekuinoks juga tak selalu membuat suhu maksimal di Indonesia mencapai 32-36 derajat celcius. (Tribunjabar.id)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
.....Klik 2x (Close).....