Dampak Bahaya Berbuka Puasa Langsung Merokok

AntariMedia.com - Untuk para perokok aktif pastinya menahan rasa ingin merokok pastinya sangatlah susah. Karena disaat menjalankan ibadah puasa, pastinya harus menahan diri dari rasa haus, lapar, dan juga rasa ingin merokok.


Bagi perokok aktif, kurang lebih mereka harus menahan diri dari rasa ingin merokok selama 12 jam. Dengan ini, maka para perokok aktif pastinya lebih memilih mengutamakan merokok terlebih dahulu daripada berbuka puasa dahulu. Ketua perhimpunan dokter paru indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P (K), tak ketinggalan menangapi hal tersebut.

"Buka puasa langsung pakai rokok dampaknya tentu tidak bagus. Anda sudah seharian, tidak ada makanan, asupan nutrisi, begitu buka langsung merokok," katanya kepada AkuratHealth di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (28/5).

Menurutnya, berbuka puasa dengan rokok bisa membuat kadar nikotin menjadi meningkat secara drastis. Yang akhirnya bisa menimbulkan permasalahan, dan masalah yang paling sering dialami ialah seperti sakit kepala, mual, hal ini disebabkan oleh kadar nikotin yang langsung naik secar tiba-tiba.

"Nikotin itu kadarnya dalam tubuh paling rendah jam 4 pagi, ketika puasa kadar nikotin akan sangat rendah, begitu buka puasa yang ada langsung naik kadarnya. Jadi sakit kepala, berdebar jantung karena nikotin juga menganggu vaskular, bisa keracunan nikotin, karena sebelumnya tidak konsumsi kurang lebih 12jam, tiba-tiba konsumsi lagi," jelasnya.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, jika rokok banyak mengandung bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Bahan kimia utama yang ada dalam kandungan rokok adalah karbon monoksida, nikotin dan tar. Bahan kimia tersebut akan lebih berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh Anda saat keadaan perut kosong, seperti setelah Anda puasa selama 12 jam.

Merokok saat keadaan perut kosong, bisa juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru-paru. Nikotin yang diserap oleh tubuh dalam keadaan perut kosong bisa lebih besar dibandingkan saat keadaan perut sudah terisi. Hal ini, semakin besar risikonya terkena kanker paru.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
.....Klik 2x (Close).....