Kanker Nasofaring Sebabkan Ustaz Arifin Ilham Meninggal, Pemicunya Adalah Makanan Favorit Semua Orang

AntariMedia.com - Ustaz Arifin Ilham kini sudah tiada. Beliau meninggal ketika sedang menjalani perawatan di Penang, Malaysia.


Kepergian Ustaz Arifin Ilham tentunya meninggalkan duka yang amat mendalam bagi keluarga serta masyarakat Indonesia.

Ustaz Arifin Ilham dirawat di rumah sakit Malaysia sejak bulan Januari 2019 guna menjalani pengobatan kanker nasofaring.

Di negara Indonesia, kanker nasofaring sendiri merupakan penyakit yang mematikan, dan berada pada peringkat ke empat terbanyak di antara penyakit mematikan lainnya.

Perbandingan terjangkitnya kanker Nasofaring di Indonesia yakni mencapai 4,7 kasus per 100.000 penduduk.

Mengutip dari laman kompas.com, di RSCM rata-rata 100 kasus baru karsinoma nasofaring per tahun, di RS kanker Dharmais 70 kasus baru per tahun, serta di RS Hasan Sadikin Bandung 60 kasus baru per tahun.

”Jumlah kasus pada perempuan 2,18 kali lebih tinggi dari perempuan,” jelas dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Budianto Komari.

Ikan Asin Penyebab Kanker Nasofaring 

Adapun hal-hal yang menyebabkan kanker sangat banyak, yakni dari faktor keturunan, lingkungan yang kotor, polusi yang buruk, asap, serta makanan dan minuman yang memiliki pengawet.

Mungkin masih sedikit yang tahu, jika ikan asin merupakan makanan pemicu kanker dan sudah diteliti sejak lama.

Mengutip dari situs NCBI, tepatnya di tahun 60 dan 70-an pernah dilakukan penelitian mengenai konsumsi ikan asin pada kejadian kanker nasofaring atau kanker tenggorokan.

Hal ini dikarenakan, jika masyarakat yang suka makan ikan asin setiap hari ditemukan fakta lebih tinggi terkena kanker nasofaring.

Resiko terkena kanker nasofaring semakin berlipat ganda ketika kebiasaan mengkonsumsi ikan asin dimulai sejak kecil.

Mulai usia anak mendapatkan MPASI sampai usia 10 tahun. Lalu bandingkan dengan seseorang yang mengkonsumsi pada usia 45 tahun ke atas.

Kemudian, berbagai penelitian pun berkembang di beberapa negara dan semakin menguatkan, jika ikan asin memperbesar peluang meningkatkan kanker tenggorokan atau kanker nasofaring.

Nitrosamin merupakan zat yang menjadi sumber utama penyebab kanker tenggorokan.

Nitrosamin adalah senyawa karsogenik yang bisa menyebabkan kanker yang didapat dari makanan yang diawetkan oleh nitrit.

Nitrit sendiri cukup sering digunakan untuk mengawetkan daging, ikan dan keju supaya tidak bisa dikembangkanbiak.

Lalu kembali lagi mengenai ikan asin yang telah diawetkan melalui proses pengharapan serta penyinaran sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.

Dan jika zat tersebut masuk ke dalam lambung, serta ditambah dengan kandungan garam yang sangat tinggi, dikhawatirkan hal ini bisa meningkatkan pertumbuhan sel yang abnormal di bagian gurun yang akhirnya bisa berubah menjadi kanker.

Selain itu, kandungan nitrosamin ini juga akan membuat kita menjadi lebih gampang terkena virus Epstein-barr (EBV) yang merupakan penyebab utama dari kanker tenggorokan.

Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyebutkan jika kandungan nitrosamin merupakan salah satu zat yang bisa menimbulkan karsinogenik atau bisa menimbulkan kanker.

Sebagian besar kandungan nitrosamin banyak terdapat di ikan asin daging asap, kornet, serta makanan berpengawet lainnya.

Meskipun begitu, tidak semua jenis ikan asin mempunyai kandungan nitrosamine. Semua tergantung dari banyak ikan yang diberi garam, lamanya disinari matahari, dan juga tempat penyimpanan ikan tersebut.

Dan konsumen sendiri tidak pernah tahu akan proses pengolahan tersebut.

Maka dari itu, batasi untuk konsumsi ikan asin dalam menu harian kita. Daripada mengkonsumsi ikan asin, bukankah lebih baik mengkonsumsi ikan segar atau ikan laut yang masih segar dan jauh lebih menyehatkan.

Selain resikonya tinggi dalam menyebabkan kanker tenggorokan, kandungan nutrisi ikan juga sudah terkikis habis oleh proses pengawetan, serta kandungan garamnya yang sangat tinggi.

Satu lagi yang perlu diketahui, makanan dengan kandungan garam yang sangat tinggi bisa menyebabkan datangnya berbagai penyakit dan gangguan kesehatan misal seperti jantung, stroke, hipertensi, dan lain-lain. (gridpop.id)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel