Rekrutmen PPPK Tahap II, Masa Kerja Guru Honorer K2 Seharusnya di Pertimbangkan

AntariMedia.com - Banyaknya guru honorer K2 yang tidak lolos pada rekrutmen PPPK tahap pertama 2019, disebabkan oleh nilai ambang batas (passing grade) yang sangatlah tinggi.


Melihat dari Peraturan Menteri PAN-RB 4/2019, nilai dari batas seleksi PPPK yang telah ditetapkan mencapai 65 poin. Nilai itu bersifat kumulatif dari tiga kelompok ujian, yaitu kelompok ujian kompetensi teknis, kompetensi manajerial, serta kompetensi sosiokultural.

Sementara itu, pemerintah menetapkan jika nilai minimal untuk kompetensi teknis ialah 42 poin. Lalu jika telah memenuhi kriteria ambang batas tersebut, pelamar PPPK diharuskan meraih nilai minimal tes wawancara sebesar 15 poin.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi menjelaskan, sudah banyak guru honorer yang telah lolos sertifikasi. Tapi, mereka gagal mencapai passing grade ketika mengikuti seleksi PPPK.

’’Keinginan kami, pengangkatan PPPK berdasar kebutuhan daerah. Kemudian, paling tidak mempertimbangkan masa kerja mereka,’’ kata Unifah setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (20/5).

Selain menyinggung pengangkatan PPPK untuk guru honorer, saat pertemuan dengan Wapres, pihak PGRI membahas terkait pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan. Juga, membahas kondisi terkini bagi guru.

’’PGRI berterima kasih karena pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan guru honorer dites untuk menjadi PPPK,’’ katanya.

Sedangkan menurut Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Muhammad Ridwan menjelaskan, 70,28 persen peserta seleksi PPPK Tahap pertama 2019 telah memenuhi ambang batas. Dan jumlah itu termasuk juga bagi para guru honorer. (JPNN.com)


Comments

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...