BKN Menyebutkan, CPNS dan PPPK Akan Diserbu 5 Juta Pelamar

AntariMedia.com - Pemerintah kembali akan membuka proses perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II dengan total formasi yang mencapai 254.173 pada tahun ini.


Khususnya bagi penerimaan CPNS 2019, total pelamar yang akan mendaftar nantinya diprediksikan akan mencapai 5 juta orang.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan tak ketinggalan pun menyampaikan, jumlah formasi yang mencapai 254.173 adalah batas maksimal calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bisa direkrut pada tahun ini.

"Jumlah ini adalah plafon atas. Kebutuhan pegawai riil diinput oleh masing-masing instansi ke sistem eFormasi milik Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)," jelas dia kepada Liputan6.com, Senin (10/6/2019).

Sebagai tambahan informasi, total dari sekitar 254 ribu formasi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru untuk tahun ini, total yang mencapai 85.537 formasi diantaranya ditujukan bagi perekrutan CPNS 2019. Dengan rincian, 23.213 formasi bagi pemerintah pusat dan 62.324 formasi bagi
pemerintah daerah.

Dengan jumlah total sekitar 85 ribu formasi itu, Ridwan memprediksikan, total pelamar yang akan mendaftar di sistem online CPNS 2019 nantinya akan membludak seperti perekrutan di tahun sebelumnya, yakni kurang lebih sekitar 5 juta orang.

"Saya perkirakan sama dengan tahun lalu, 5 jutaan pelamar online. Itu untuk CPNS saja. Untuk PPPK, belum ada rujukan," ujar dia.

Adapun perekrutan CPNS tahun 2019 dikatakannya akan diberlangsungkan lebih awal dari seleksi PPPK Tahap II. Meskipun begitu, ia masih belum bisa memastikan detail waktu kapan proses penerimaan CPNS 2019 akan dilaksanakan.

"Detail kapan, bagaimana, berapa, di mana, belum bisa diinformasikan saat ini. Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) masih melakukan rapat-rapat persiapan terkait hal itu," tandas Ridwan.

Penerimaan PPPK Tahap 2 Dibuka Setelah Juni 2019

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin telah memastikan akan mengangkat tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di tahun ini, pemerintah telah selesai menggelar seleksi PPPK Tahap I, lalu dilanjutkan dengan seleksi PPPK Tahap II. Jika diterima, honorer akan mendapatkan kontrak kerja selama 5 tahun dan bisa diperpanjang.

"Jangka waktu PPPK untuk mengabdi bukan hanya 5 tahun, itu bisa diperpanjang sesuai dengan keputusan menteri," ungkap Syafruddin di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

Syafruddin pun memperjelas, tenaga honorer yang belum beruntung lolos pada kedua tes tersebut nantinya tetap diangkat menjadi abdi negara. Hal ini dikarenakan, pemerintah memang berniat menghapus jabatan honorer pada tiap instansi pemerintahan.

"Kita harus selesaikan honorer. Honorer adalah orang yang sudah banyak mengabdi begitu lama. Oleh karena itu harus ada penyelesaian status, apakah dia akan jadi PNS atau PPPK," tegas dia.

Kepastian itu ia sebutkan akan segera diselesaikan dalam waktu dekat ini, setelah berdiskusi dengan Komisi II DPR RI.

"Itu nanti akan dibicarakan dalam rapat kerja secara menyeluruh di DPR sebentar lagi karena hiruk pikuk politik baru selesai. Mungkin bulan depan, itu akan dituntaskan di sana oleh seluruh kementerian/lembaga. Tunggu saja," imbuhnya.

"Honorer, saya selalu menyatakan, tidak boleh dinafikan. Kalau tidak (diangkat jadi) PNS, ya PPPK," dia menandaskan.

Pendaftaran CPNS Papua Resmi Dibuka

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengatakan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Papua telah dibuka.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menyatakan untuk mendapatkan informasi serta pendaftaran CPNS bisa diakses melalui website sscn.bkn.go.id.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Papua telah dibuka.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menyatakan untuk informasi dan pendaftaran CPNS bisa diakses melalui website sscn.bkn.go.id.

"Baca info dan pengumunan sebelum daftar daring atau online," ujar dia di Jakarta, Selasa (24/4/2019).

Menurut Ridwan, akan ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pelamar. Salah satunya adalah yang bisa mendaftar untuk seleksi rekrutmen abdi negara adalah mereka yang belum pernah mendaftar sebagai CPNS.

"Atau sudah daftar tetapi belum sampai tahap kirim pada resume," kata dia. (Liputan6.com)

Comments

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...