Banyak Guru Honorer di Arab Saudi Ingin Melanjutkan S2 di UT


AntariMedia.com - Para guru honorer asal Indonesia yang mengajar di Arab Saudi nampaknya mempunyai minat yang cukup tinggi yaitu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Bahkan mereka yang sudah mengantongi ijazah S1 masih mempunyai keinginan kuat untuk kuliah S1 secara online supaya pendidikan serta mata pelajaran yang diajar bisa linear.

"Guru-guru honorer yang mengajar di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) banyak yang ingin lanjut S2. Ini mereka titipkan pesar agar Universitas Terbuka bisa melayani S1 untuk mendapatkan linearitas," terang Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Kerajaan Saudi Arabia usai penandatanganan kerja sama (PKS) Penyelenggaraan Layanan Pendidikan Tinggi Universitas Terbuka di Wilayah Kerja KJRI Jeddah, Jumat (18/10).

Ia menyebutkan jumlah guru yang mengajar di SIJ sebanyak 45 orang. Dan semuanya sangat tertarik untuk melanjutkan studi. Dengan layanan UT yang menerapkan pembelajaran jarak jauh, keinginan para guru tersebut diharapkan mampu tercapai.

Selain guru honorer, menurut Saripudin, jumlah mahasiswa UT di Saudi Arabia juga terus meningkat. Di Jeddah mahasiswanya 54, Mekah 12, Madinah 20. Usia mereka di atas 30 tahun dan sudah bekerja di perusahaan-perusahaan besar

"Kerja sama ini merupakan yang kelima yang dilakukan KJRI Jeddah dengan institusi pendidikan. Ini sebagai implementasi nawacita akan adanya kehadiran negara dalam memberikan keadilan kepada WNI. Dalam hal ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada diaspora dan pekerja migran untuk mengakses pendidikan," tuturnya.

Sedangkan Dr Mohamad Yunus, S.S., M.A, wakil rektor Bidang Akademik UT mengungkapkan, pihaknya juga sudah membuat roadmap untuk pengembangan layanan pendidikan jarak jauh (PJJ) di luar negeri. Di mana targetnya 5 persen para diaspora dan tenaga kerja Indonesia bisa mendapatkan layanan pendidikan tinggi oleh UT.

"Kalau 2 juta orang Indonesia di luar negeri, 5 persennya sudah 100 ribu yang bisa menerima layanan UT," ujarnya.

Dia menyebutkan, ada tahapan yang harus disiapkan dalam memberikan layanan PJJ. Bukan hanya fasilitas tetapi juga prodi yang membuat mereka bisa meningkatkan nilai jualnya agar lebih baik. UT juga meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada diaspora yang berada di luar negeri. Karena masih banyak yang belum paham soal UT.

"Tidak semua prodi ditawarkan untuk layanan UT luar negeri. Yaitu manajemen, akuntansi, hukum, komunikasi, sastra Inggris, sistem informatika. Dengan KJRI di Jeddah, UT sedang menyiapkan S2 pendidikan matematika karena banyak guru yang memintanya," tandasnya.

Sumber: JPNN.com 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel