Mencegah Kemungkaran Menurut Junjungan Nabi Muhammad SAW


AntariMedia.com - Umat islam harus tau, seegala bentuk kemaksiatan kepada Allah, baik berupa meninggalkan kewajiban ataupun melakukan apa-apa yang dilarang oleh-Nya biasa disebut dengan kemungkaran.Mencegah kemungkaran memang tak semudah menyuruh pada kebaikan, namun keduanya itu sepaket dari anjuran Allah yang akan membawa pada keberuntungan. Dalam QS Ali Imran ayat 104 Allah berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Seperti yang kita tau mengajak teman atau orang lain dalam melakukan kebaikan atau kebajikan itu sangatlah tidak mudah, tetapi ketika mengajak hal keburukan seperti bermaksiat dan sebagainya malah semakin mudah. Rasulullah bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ،
فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka berantaslah dengan tangannya (perbuatan). Jika tidak mampu, maka dengan lisannya (ucapan). Jika tidak mampu, maka ingkarilah dengan hatinya. Ini adalah iman yang paling lemah. (HR Muslim)
Pada hadis tersebut Rasulullah menginformasikan dengan jelas bahwa tahapan untuk mencegah kemungkaran tersebut dimulai dengan cara terberat untuk keadaan yang memungkinkan, yaitu mencegah kemungkaran dengan perbuatan langsung. Cara ini dilakukan jika situasi memungkinkan untuk memulai dengan tangan dan perbuatan, namun jika tidak maka beralih ke tahapan yang kedua. seperti bilamana pencegahan dilakukan dengan tangan malah akan menyebabkan perkelahian dan semisalnya. Maka bijaknya yang ditempuh adalah cara lisan, yaitu dengan menegur baik-baik.

Baca Juga: 6 Tipe Suami yang Tidak Memiliki Rasa Cemburu atau Dayyuts

Tahapan kedua adalah memulai dalam mencegah kemungkaran tersebut dengan ucapan. Cara ini dilakukan bilamana memang tidak mampu mencegah kemungkaran dengan tangan (perbuatan), misal posisinya yang lebih kuat. Cara yang kedua ini bisa menjadi solusi terbaik agar tetap terjalin hubungan yang baik dan damai, bisa dengan menegur atau menasehati. Namun jika cara itu masih belum memungkinkan, maka tahapan terakhir adalah dengan hati.

Mencegah kemungkaran dengan hati adalah cukup dengan mengingkari kemungkaran tersebut, tidak dengan perbuatan dan tidak pula dengan ucapan. Kondisi seperti ini juga disebut sebagai mencegah kemungkaran yang dilakukan secara makna, karena memang tidak ada yang mampu diperbuat lagi selainnya.

Baca Juga: 4 Keutamaan dari Ayat Kursi yang Wajib Diketahui

Tahapan-tahapan tersebut merupakan ketentuan Rasulullah yang merupakan upaya untuk terus rukun dalam menjaga keharmonisan sesama. Tidak dengan kekerasan atau tindakan yang merugikan salah satu pihak. Dengan demikian tidak akan ada keonaran dan kebencian yang tertanam dalam jiwa. Semoga hal ini bisa terus menciptakan masyarakat yang saling menyeru pada kebaikan. Amin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel