Rekam Jejak Ketua DPD La Nyalla: PSSI, Kasus Korupsi, Hingga Hoaks Jokowi


AntariMedia.com - Politikus asal Jawa Timur. Rekam jejaknya yang sangat kontroversial sudah malang melintang sejak berada di dunia usaha, olahraga, sampai ke ranah panggung politik.

Saat proses pemungutan suara kategori pemilihan Ketua DPD RI, Selasa (1/10) malam hari, La Nyalla berhasil meraih 47 suara, yang berbeda tipis dari anggota DPD asal Maluku Nono Sampono yang berhasil memperoleh 40 suara. Di bawahnya, ada senator yang berasal dari Kalimantan Timur Mahyudin (28 suara), serta senator asal Bengkulu Sultan Bachtiar Najamuddin (18 suara).

La Nyalla Mahmud Matalitti (60) sendiri merupakan seseorang yang berasal dari keluarga saudagar besar asal Bugis, Sulawesi Selatan, dan juga memiliki berpengaruh cukup besar di Surabaya.

Meskipun begitu, La Nyalla juga pernah bekerja serabutan di kala masih usia muda. Ia kemudian bisa menjelma sebagai sosok pengusaha yang cukup berpengaruh di Surabaya.

Dikutip dari laman pribadi La Nyalla, www.lanyallamm.com, beliau merupakan lulusan dari Fakultas Teknik Sipil dari Universitas Brawijaya (1977-1984) beliau sendiri juga pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, dan juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Baca Juga:
Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober: Mulai dari Majapahit Sampai UNESCO

Nama La Nyalla nampak kian meroket ketika mulai berkiprah di organisasi PSSI. Di organisasi PSSI, beliau menjabat sebagai Komite Eksekutif (Exco), Wakil Ketua Umum PSSI, sampai pada akhirnya dapat menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode (2015 - 2016).

Pada periode kepemimpinan La Nyalla tersebut, PSSI baru saja dijatuhi sanksi oleh Menpora Imam Nahrawi karena masalah kebijakan PSSI soal hasil rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang tidak meloloskan Arema Malang dan juga Persebaya Surabaya ke liga.

Di tengah masalah konflik tersebut, La Nyalla pun diterpa kasus korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 - 2014 yakni ketika beliau menjadi Ketua Kadin Jatim. Lantas beliau pun ditetapkan sebagai tersangka. Kongres Luar Biasa PSSI pada akhirnya memutuskan paksa La Nyalla supaya mundur.


Akan tetapi, majelis hakim Pengadilan Tipikor memvonisnya bebas pada tanggal 27 Desember 2016.

Panggung Politik

La Nyalla pernah menjadi bagian tim sukses Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto ketika Pilpres 2009. Selang lima tahun kemudian, ia kembali jadi bagian timses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Beliau pun menjadi bagian Partai Gerindra.

Januari 2018, La Nyalla mengaku dimintai mahar politik Rp40 miliar diduga oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto jika ingin dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Timur. Pihak Gerindra pun langsung membantah dan menyebutnya gagal mencari partai koalisi di Pilkada Jatim.

Baca Juga:
Akhirnya Datang Juga, Inilah Jadwal Tahapan Seleksi CPNS 2019

Memasuki penghujung tahun 2018, beliau pun lantas bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB), partai yang merupakan besutan dari Yusril Ihza Mahendra yang putar haluan mendukung Jokowi.

Setelah bergabung PBB, La Nyalla mengadakan konferensi pers untuk mengungkap pengakuan karena telah menyebarkan fitnah soal Jokowi pada Pilpres 2014. Kala itu, La Nyalla masih menjadi anggota timses Prabowo-Hatta.

Fitnahnya pun adalah jika Jokowi anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), pemeluk agama Kristen, serta keturunan China. Selain itu, La Nyalla juga mengakui jika sudah membantu penyebaran tabloid Obor Rakyat sampai 100 truk. Kabar tersebut disebar oleh La Nyalla lewat broadcast menggunakan Blackberry.


Pada akhirnya, beliau pun kemudian memutuskan untuk mendaftar sebagai calon anggota DPD RI periode 2019-2024. Kala itu, beliau bersaing dengan 29 nama bakal calon lainnya untuk memperebutkan empat kursi senator yang mewakili daerah pemilihan Jatim.

La Nyalla pun berhasil meraih lebih dari 2,2 juta suara atau peringkat kedua di bawah Evi Zainal Abidin yang meraih 2,4 juta suara.

"Terima kasih untuk rakyat Jatim yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjalankan amanah ini," ungkapnya

Baca Juga:
Instruksi Dari MenPAN-RB Terkait Jadwal Seleksi CPNS 2019

Sumber: cnnindonesia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel