-->

Menguak Mitos Keangkeran Kediri, Wilayah yang Dihindari Presiden RI


AntariMedia.com - Mitos keangkeran Kota Kediri, Jawa Timur, bagi Presiden RI kembali menjadi perbincangan publik setelah Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.

Pramono dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Sabtu (15/2/2020), mengungkapkan bahwa dirinya menyarankan Presiden Joko Widodo untuk tidak datang ke Kota Kediri dalam rangka meresmikan bandar udara.

Alasannya, Pramono takut bila kehadiran Jokowi ke Kota Kediri akan membuat kekuasaannya terganggu seperti halnya presiden-presiden sebelumnya.

"Karena saya masih ingat, ini mau percaya atau enggak. Gus Dur kundur (pulang) dari Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta," kata Pramono saat memberikan sambutan di ponpes tersebut.

Kediri memang menjadi satu daerah yang selama ini dihindari oleh para presiden RI. Wilayah itu dianggap sebagai 'wingit' atau angker dan menjadi pantangan untuk dikunjungi Presiden RI.

Tiga presiden telah membuktikan keangkeran Kota Kediri, yakni Soekarno, B.J. Habibie, dan Gus Dur. Ketiga presiden itu pun lengser dari jabatan tak lama setelah mengunjungi kota tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, mitos keangkeran Kota Kediri bagi Presiden RI itu tak lepas dari cerita sejarah di wilayah tersebut.

Konon, kabupaten Kediri menjadi kawasan terlarang bagi para pemimpin lantaran adanya kutukan dari Raja Kalingga, Kartikea Singha. Dalam kutukannya itu, Kartikea mengatakan bahwa setiap raja (saat ini presiden) yang tidak memiliki hati suci maka akan jatuh atau lengser.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat, ada beberapa tempat di Kediri yang tidak boleh dilewati oleh raja pada masa itu. Wilayah itu antara lain, Simpang Lima Gumul, Jembatan Lama, dan Sungai Brantas.

Kepercayaan berdasarkan cerita sejarah itu yang membuat Presiden RI berfikir ulang untuk mengunjungi Kota Kediri, termasuk Jokowi.

SBY Dua Kali Menjinakkan Mitos

Mitos keangkeran Kota Kediri tak berlaku pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden ke-6 RI itu bahkan dua kali mengunjungi Kota Kediri, yakni pada tahun 2007 dan 2014.

SBY pertama kali mengunjungi Kediri pada 2007 saat terjadinya letusan Gunung Kelud. Saat itu SBY mengaku banyak yang melarangnya untuk datang karena adanya mitos tersebut.

Mitos keangkeran Kediri bagi Presiden RI itu ternyata tak berlaku. SBY bahkan terpilih kembali sebagai presiden di periode keduanya pada 2009. Ia pun kembali mengunjungi Kediri saat Gunung Kelud kembali meletus pada 2004.

“Kemarin saya mau ke Kediri, sms masuk luar biasa, Pak SBY jangan ke kediri nanti Anda jatuh,” kata SBY pada 2007 silam.

Menurut SBY kala itu, tidak mungkin dirinya memikirkan soal kekuasaan ketika banyak rakyatnya di Blitar dan Kediri terancam nyawanya karena letusan Gunung Kelud.

"Saya harus datang dibandingkan risiko yang harus didapat, kalau yang dimitoskan itu benar terjadi,” ujar SBY.

Sumber: https://haluan.co/article/menguak-mitos-keangkeran-kediri-wilayah-yang-dihindari-presiden-ri

Posting Komentar