-->

Aturan PSBB Surabaya Lengkap Mulai 28 April, 7 Golongan ini Dilarang Bekerja di Kantor

Aturan PSBB Surabaya Lengkap Mulai 28 April, 7 Golongan ini Dilarang Bekerja di Kantor

AntariMedia.com | Simak aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya yang berlaku mulai Selasa, 28 April 2020.

Tak hanya itu, terdapat larangan bekerja di kantor bagi tujuh golongan yang berpotensi besar terpapar COVID-19.

Seperti diketahui, keputusan ini diambil atas usulan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang kemudian disetujui oeh Kemenkes.

PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik diberlakukan guna meminimalisir angka penyebaran virus corona atau COVID-19.

Pasalnya, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik menjadi wilayah terbanyak terpapar COVID-19 di Jawa Timur.

PSBB ini rencananya mulai diberlakukan pada 28 April 2020 mendatang dan berlaku selama 14 hari, atau berakhir pada 11 Mei 2020.

Namun begitu, Gubernur Khofifah menyampaikan, PSBB ini bisa diperpanjang lagi jika situasi belum membaik.

"Ini dapat diperpanjang, pada dasarnya 14 hari. Tapi kalau misalnya sesuai hasil evaluasi yang dilakukan secara reguler dan katakan skornya itu 8-10, mestinya diberlakukan PSBB (lagi)," ungkap Khofifah, Kamis (23/4/2020).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri sudah mempersiapkan diri jelang penerapan PSBB di Surabaya.

Beberapa waktu lalu, Pemkot Surabaya menggelar rapat internal untuk membahas mekanisme PSBB di Surabaya dan Perwali.

Aturan PSBB Surabaya


Melansir dari Peraturan Walikota Surabaya Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Coronavirus Disease (2019), disebutkan bahwa ada aturan yang perlu dipahami dan ditaati warga Surabaya.

Aturan PSBB Surabaya ini banyak membahas tentang batasan dalam melakukan kegiatan di sekolah, kantor, maupun fasilitas umum.

Berikut rangkuman aturan PSBB di Surabaya berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya.

Pembatasan Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah dan/atau Institusi Pendidikan Lainnya


Aturan PSBB Surabaya yang membahas tentang pembatasan pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah atau institusi lainnya tercantum dalam bab enam.

Dalam aturan tersebut, Pemkot Surabaya menghentikan sementara kegiatan belajar megajar di sekolah; institusi pendidikan lainnya; dan/atau ndustri dalam rangka magang, Praktek Kerja Lapangan, dan/atau kegiatan lainnya.

Pembatasan Aktivitas Bekerja di Tempat Kerja


Pada bab ini disebutkan bahwa aktivitas bekerja di kantor akan diberhentikan sementara sehingga seluruh kegiatan akan dialihkan ke rumah atau tempat tinggal masing-masing.

Namun, aturan ini tidak berlaku untuk kantor atau instansi pemerintahan, BUMN/BUMD yang terlibat dalam penanganan virus corona.

Ada pula pelaku usaha yang bergerak di berbagai sektor, seperti kesehatan, bahan pangan, keuangan, logistik, komunikasi dan teknologi informasi, dan lain sebagainya.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam pembatasan aktivitas bekerja adalah larangan bekerja di kantor untuk 7 golongan yang berpotensi besar terpapar COVID-19, di antaranya:

1. penderita tekanan darah tinggi;
2. pengidap penyakit jantung;
3. pengidap diabetes;
4. penderita penyakit paru-paru;
5. penderita kanker;
6. ibu hamil; dan
7. berusia lebih dari 60 (enam puluh) tahun.

Aturan Bagi Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman (Warung, Resto, Cafe, dll)


a. membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away), melalui pemesanan secara daring, dan/atau dengan fasilitas telepon/layanan antar;
b. tidak menyediakan meja dan kursi/tempat duduk serta layanan jaringan area lokal nirkabel (Wifi);
c. menjaga jarak (physical distancing) paling sedikit 1 (satu)
meter antar pelanggan;
d. menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai ketentuan;
e. menyediakan alat bantu seperti sarung tangan dan/atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian;
f. memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai standar;
g. melakukan pembersihan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususnya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan;
h. menyediakan tempat cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir bagi pelanggan dan karyawan;
i. melarang bekerja karyawan yang sakit atau menunjukkan gejala suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas; dan
j. mengharuskan karyawan yang bertugas secara langsung dalam proses penyiapan makanan/minuman menggunakan sarung tangan, masker, penutup kepala dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.

Pembatasan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah


Selama pemberlakuan PSBB di Surabaya, kegiatan keagamaan di rumah ibadah atau tempat tertentu diberhentikan sementara.

Kegiatan keagamaan bisa dilakukan secara online (daring).


Pembatasan Kegiatan di Tempat atau Fasilitas Umum


Selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara atas kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Pengelola tempat atau fasilitas umum wajib menutup sementara tempat atau fasilitas umum untuk kegiatan penduduk selama pemberlakuan PSBB, dikecualikan dari penghentian kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan penduduk untuk: memenuhi kebutuhan pokok dan/atau kebutuhan sehari-hari; dan melakukan kegiatan olahraga secara mandiri.

Sumber: surya.co.id

Posting Komentar