-->

Begini Cara Membudidayakan Tanaman Buah Pala, Buah yang Banyak Diincar Orang Portugis dan Dihasilkan di Maluku

Begini Cara Membudidayakan Tanaman Buah Pala, Buah yang Banyak Diincar Orang Portugis dan Dihasilkan di Maluku

Begini Cara Membudidayakan Tanaman Buah Pala, Buah yang Banyak Diincar Orang Portugis dan Dihasilkan di Maluku - Program Belajar dari Rumah yang ditayangkan TVRI pada Rabu, 22 April 2020 untuk kelas 4-6 SD membahas tema "Sejarah dan Budaya Maluku".

Berikut ini pembahasan soal dan jawabannya:

Soal :

Bagaimana cara membudidayakan tanaman buah pala?


Jawaban:

Mengutip Kementerian Pertanian RI, ada banyak faktor budidaya tanaman pala yang harus diperhatikan agar pala yang dihasilkan dapat memberikan hasil optimal baik dari segi mutu (kualitas) maupun kuantitas.

Cara membudidayakan tanaman pala ada dua, yaitu:


Cara generatif: mengambil dari biji tanaman pala yang berkualitas atau memiliki mutu baik.

Cara vegetatif: dengan cara stek dan cangkok dari tanaman pala yang berkualitas baik.

Berikut ini cara membudidayakan pala:


1. Persiapan lahan, caranya:


  • Olah tanah agar gembur.
  • Pengolahan dilakukan saat kemarau agar proses penggemburan efektif.
  • Pengolahan di lahan miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng untuk mencegah erosi.
2. Penanaman, mencakup pelaksanaan lubang tanam, yaitu:
  • Lubang tanam harus disiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam, tujuannya agar tanah dalam lubang tak asam.
  • Lubang tanam dibuat berukuran 60 x 60 x 60 sentimeter untuk tipe tanah ringan dan 80 x 80 x 80 sentimerter untuk tipe tanah liat dalam menggali.
  • Lubang tanam, tanah bidang atas dan bidang bawah harus dipisah karena mengandung unsur tidak serupa. tanah bidang atas dicampur bersama pupuk kandang secukupnya.

Jarak tanam: jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah 9 x 10 meter, sedangkan untuk tanah bergelombang adalah 9 x x 9 meter.

Penanaman, mencakup:


  • Penanaman bibit dilakukan terhadap awal perioden hujan yang bertujuan mencegah bibit mengalami kekeringan.
  • Bibit tanaman yang berasal dari biji dan telah memiliki 3-5 batang cabang, rata-rata sudah bisa beradaptasi dengan baik.
  • Bila bibit pala dari cangkokak, maka daunnya harus dikurangi lebih dulu sebelum ditanam, untuk memperkecil transpirasi dan menurunkan tingkat kematian bibit, lubang tanam mesti diperdalam agar menguatkan akar sehingga tidak roboh saat dewasa.

3. Pemeliharaan: tanaman pala yang masih muda kurang tahan panas sinar matahari sehingga butuh tanaman pelindung yang pertumbuhannya langsung contoh tanaman tipe Clerisidae atau tanaman buah-buahan.

4. Penyulaman: dilakukan kalau bibit tanaman pala mati atau pertumbuhannya kurang baik.

5. Penyiangan: penyiangan gulma dilakukan bila gulma muncul, setiap sebulan sekali.
Pemupukan: sebelum dilakukan

6. pemupukan, hendaknya dibuat parit sedalam 10 sentimeter dan lebar 20 sentimeter dengan cara melingkar di sekitar batang tanaman selebar kanopi, setelah itu pupuk ditabur dan ditimbun dengan tanah sesuai dosis.
7. Peremajaan, dilakukan pada tanaman pala dengan beberapa metode seperti:

  • Metode New Clearing: menebang seluruh pohon pala lanjut usia dan mengganti dengan tanaman pala muda.
  • Metode Gradual Thinning: menanam tanaman pala muda di antara pohon pala yang tua.
  • Metode No Thinning: tanaman muda disisipkan di antara pohon pala lanjut usia, penebangan pohon lanjut usia dilakukan setelah pohon pala muda berproduksi.

Tanaman pala mulai berbuah ketika usia 7 tahun dan berproduksi maksimal sampai usia 25 tahun tetapi pohon pala mampu konsisten produksi hingga 60-70 tahun.

Dalam setahun dapat dilakukan dua kali pemetikan.

Buah pala dapat dipanen sekitar 6-7 bulan sejak berbunga.

Tanda-tanda buah pala yang telah masak adalah sebagian buah mulai merekah dan tampa biji yang diselaputi fuli.

Kepulauan Banda jadi asal mula rempah pala.

Orang Portugis jadi orang Eropa pertama yang tiba di kepulauan itu.

Mereka mengincar rempah-rempah seperti pala dan cengkeh, lalu menjualnya setelah mereka menaklukan Malaka pada 1511.

Dalam sejarah, bunga pala lebih umum digunakan sebagai bahan masakan.

Bunga pala biasanya punya harga lebih murah daripada pala karena dianggap lebih tajam rasanya.

Maka dari itu lebih mudah dijual dalam jumlah sedikit.

Pada abad ke-16 dan 17, orang-orang Perancis akan membawa parutan pala ke pesta makan malam dan memarut biji pala untuk makanan yang akan mereka nikmati.

Namun selera orang-orang Perancis terhadap pala dalam abad-abad berikutnya akan menurun dan sekarang dalam kuliner Perancis, pala biasa digunakan hanya untuk saus dasar putih seperti bechamel.

Sumber: Grid.id

Posting Komentar