-->

Cara Melindungi Tubuh dari Serangan Flu Selama Ramadhan

Cara Melindungi Tubuh dari Serangan Flu Selama Ramadhan

Cara Melindungi Tubuh dari Serangan Flu Selama Ramadhan - Selama Ramadhan biasanya pola kegiatan rutin umat Islam mengalami perubahan. Mulai pola tidur, makan, hingga kebiasaan beribadah.

Perubahan waktu makan utama yang biasanya tiga kali sehari, saat berpuasa hanya dua kali, saat sahur dan berbuka puasa.

Pola tidur pun harus disesuaikan. Anda harus bersiap-siap bangun beberapa jam sebelum waktu subuh untuk makan sahur setiap hari.

Bagi banyak orang, perubahan pola seperti ini sulit dilakukan, terutama pada masa-masa awal bulan puasa. Atau sebaliknya, semangat di awal lalu mulai malas menjelang bulan Ramadhan berakhir. Alhasil, banyak yang mulai meninggalkan kebiasaan makan sahur, atau berbuka puasa dengan hidangan seadanya.

Kebiasaan seperti ini jelas sangat mengganggu keseimbangan tubuh. Padahal, sejatinya berpuasa adalah salah satu cara menjaga keseimbangan pencernaan dan kesehatan tubuh.

Dalam kondisi berpuasa, kebiasaan sahur juga berbuka puasa yang tidak baik, ditambah kondisi cuaca yang sangat tidak menentu, seseorang sangat mudah terserang berbagai penyakit. Jika stamina Anda menurun karena berpuasa, virus influenza makin gampang merasuki tubuh.

Berpuasa dalam kondisi tubuh sedang terserang flu pastinya sangat tidak nyaman. Selain itu, ibadah lain seperti shalat tarawih juga bisa terganggu gara-gara flu yang kelihatannya sepele.

Makanya, jangan tunggu hingga flu menyerang Anda, tapi segera siapkan pertahanan terhadap flu agar ibadah puasa khusyuk dan lancar.

Bagaimana agar ibadah puasa nyaman tanpa gangguan flu?

- Jaga kualitas makanan saat sahur dan berbuka puasa. Makan makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan.

- Pilihlah buah sebagai camilan di malam hari setelah shalat tarawih. Memakan buah-buahan atau jus yang mengandung vitamin C baik untuk menjaga stamina tubuh.

- Banyak-banyak minum air putih. Selama berpuasa Anda tidak diperbolehkan minum, sedangkan cairan tubuh tetap banyak keluar. Jika cadangan cairan dalam tubuh tidak cukup, akan mengakibatkan dehidrasi. Pergunakan waktu sahur yang sempit untuk minum air putih. Selain itu, Anda bisa sering-sering meminum air putih di malam hari setelah berbuka.

- Makanan yang manis dianjurkan untuk menjadi santapan berbuka puasa. Tapi hati-hati saat mengonsumsi es dan minuman manis lain, apalagi yang menggunakan pemanis buatan saat berbuka puasa. Sebaiknya imbangi dengan air putih.

- Jangan lewatkan sahur walaupun dengan menu seadanya, jika menu sahur anda tidak mencukupi kebutuhan harian, konsumsi suplemen vitamin tambahan sebagai proteksi diri dari ancaman virus.

Sumber: TabloidBintang.com

Posting Komentar