Kasus Covid-19 Kota Surabaya Tembus 208 Orang, Sekdaprov Jatim: Kemungkinan Akan Dilakukan PSBB

Kasus Covid-19 Kota Surabaya Tembus 208 Orang, Sekdaprov Jatim: Kemungkinan Akan Dilakukan PSBB

Kasus Covid-19 Kota Surabaya Tembus 208 Orang, Sekdaprov Jatim: Kemungkinan Akan Dilakukan PSBB - Kota Surabaya dan sekitarnya berpotensi diterapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19.

Pernyataan ini disampaikan Heru Tjahjono, Sekdaprov Jawa Timur yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim di Grahadi, Senin (13/4/2020) malam.

Alasan Heru Tjahjono, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Surabaya dan sekitarnya, termasuk Sidoarjo dan Gresik.

Untuk diketahui, pada Minggu (12/4/2020), penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya dalam sehari ada 83 kasus dan 28 kasus pada hari berikutnya.

Namun, kata Heru Tjahjono, hingga kemarin belum ada satupun daerah itu yang mengajukan penerapan status PSBB.

“Tapi melihat perkembangan kasus terkonfirmasi covid-19 hari-hari ini, kami sudah berkoordinasi dengan Sekkota Surabaya dan sekitarnya termasuk Gresik dan Sidoarjo.

Maka kita ini lagi kita koordinasikan, terkait kemungkinan akan dilakukan PSBB,” kata Heru Tjahjono.

Penerapan PSBB dikatakan Heru tentunya akan dikoordinasikan secara masif jika memang akan diberlakukan di suatu daerah.

Tidak bisa diputuskan oleh satu daerah tertentu saja. Sebab penerapan PSBB kaitannya juga terhadap pemenuhan logistik, penerapan pembatasan dan lain-lain.

“Tapi sampai saat ini belum ada. Akan tetapi terkait hal-hal yang terkait PSBB sebenarnya kita sudah melakukan,” kata Heru.

Seperti meliburkan sekolah, membatasi adanya kerumunan dan juga penerapan kawasan physical distancing.

Hal tersebut sudah dilakukan demi menekan penyebaran virus corona yang kini sudah tinggi di Jawa Timur.

Di sisi lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa saat ini Kota Surabaya memang menjadi daerah tertinggi kasus covid-19 se Jatim.

Dengan kasus positif covid-19 di Jatim sebanyak 438 orang, diantaranya Surabaya kasusnya mencapai 208 orang.

“Surabaya hari ini tambah 28 orang. Sehingga per hari ini di Surabaya ada sebanyak 208 orang. Surabaya masih menjadi daerah yang paling banyak memiliki kasus positif covid-19,” ucapnya.

Di urutan kedua, Gubernur Khofifah menyebut bahwa daerah yang paling banyak setelah Surabaya adalah Kabupaten Sidoarjo yaitu sejumlah 39 orang kasus psoitif covid-29.

Lalu disusul dengan Lamongan dengan total kasus positif covid-19 sebanyak 24 orang.

Lebih lanjut dikatakan Khofifah bahwa dari total 438 kasus positif covid-19 di Jatim, yang masih ada dalam perawatan ada sebanyak 322 orang.

“Dan hari ini Alhamdulillah kita dapat informasi hari ini ada 7 orang positif covid-19 yang sembuh. Satu dari Gresik, empat dari Kota Surabaya, satu dari Sidoarjo dan satu dari Situbondo,” tegas Khofifah.

“Sedangkan per hari ini yang meninggal ada sebanyak 11 orang, terinci 9 orang dari Surabaya dan 1 dari Situbondo,” tegas Khofifah.

Selain update kasus positif covid-19, di Jatim kasus PDP juga masih bertambah. Per hari ini ada sebanyak 1.447 orang PDP, dengan jumlah yang masih diawasi ada sebanyak 872 orang.

Dan untuk kasus ODP per hari ini ada sebanyak 14.432 orang dengan yang masih dirawat ada sebanyak 7.813 orang.

“Dengan kondisi semacam ini, maka mutlak bagi kita semua untuk tidak keluar rumah. Batasi keluar rumah hanya untuk hal yang sangat penting.

Kalau tidak penting maka lebih baik untuk tinggal di rumah. Kita harus patuhi itu karena melihat peta persebarannya yang sudah semakin seperti ini,” kata Khofifah.

Sumber: TribunJatim.com

Posting Komentar

www.addthis.com/dashboard to customize your tools -->
close
.....Klik 2x (Close).....