Malam ini 17 Ramadhan 1441 H, Malam Nuzulul Quran, Berikut Amalan-amalan yang Bisa Dilakukan

Malam ini 17 Ramadhan 1441 H, Malam Nuzulul Quran, Berikut Amalan-amalan yang Bisa Dilakukan

AntariMedia.com - Malam ini 17 Ramadhan 1441 H, malam Nuzulul Quran, Berikut amalan - amalan yang bisa dilakukan

Malam Nuzulul Quran adalah momen peringatan peristiwa turunnya al Quran pertama kali ke bumi yang disampaikan Malaikat Jibril ke Nabi Muhammad SAW.

Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, Malam Nuzulul Quran umumnya diisi dengan beragam kegiatan, khususnya membaca Al Quran.

Perlu diketahui, Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1441 kali ini jatuh pada tanggal 9 Mei 2020, malam ini.

Lalu, amalan-amalan apa saja yang harus dilakukan saat Nuzulul Quran?

Ustadz Wahid Ahmadi dari Ikadi, Nuzulul Quran sebenarnya tidak ada disebutkan secara spesifik oleh syariat.

Pada zaman dahulu tidak ada yang namanya Nuzulul Quran, Maulid Nabi, Isra Miraj, dan lain sebagainya.

Peringatan yang dibuat di zaman sekarang ini hanya untuk mengingatkan pada sebuah peristiwa bersejarah di dalam Islam

Kemudian, diambil mutiara-mutiara hikmah dari peristiwa tersebut.

Oleh karena itu, semua amal kebajikan bisa dilaksanakan di malam Nuzulul Quran.

Mulai dari mengaji, zikir, tahajjud, berdoa dan beragam ibadah lainnya.

Hikmah Pemilihan Gua Hira


Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, Nuzulul Quran adalah hari saat pertama Rasulullah SAW menerima wahyu di Gua Hira.

UAH mengatakan sebelum menerima wahyu dari Allah SWT dan diangkat menjadi Nabi serta Rasul, perjuangan Nabi Muhammad SAW tidak mudah.

''Ada kegelisahan dalam beraktifitas, bermuamalah kemudian ingin mendekat kepada Allah SWT,'' jelasnya.

''Lalu beliau putuskan untuk mendekat kepada Allah secara intensif. Maka dipilihlah satu tempat kemudian, yang mana tempat itu sangat sesuai untuk mendekat kepada allah, dipilih kemudian Gua Hira,'' jelas UAH.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, gua hira itu posisinya di Jabal Nur.

Jarak menuju Jabal Nur dari kediaman Nabi Muhammad SAW kurang lebih 6 km.

Mengapa Nabi Pilih Gua Hira?

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, kalau diamati sampai ke atas, ternyata di antara sekian banyak gua yang ada di sekitaran Mekkah, gua yang punya desain batu-batuannya yang membentuk guanya, yang menghadap langsung ke arah Kakbah ke arah kiblat itu hanya Gua Hira.

''Ujungnya seakan membentuk suatu teropong. Jadi dari atas bisa melihat keadaan sekitarnya,'' ungkap Ustadz Adi Hidayat.

''Jadi dari situ Nabi SAW mengamati keadaan di sekitarnya. Ada yang mabuk, ada yang berselisih, ada yang macam-macam dan sebagainya,'' jelas UAH.

Ketika mendapati situasi yang tidak nyaman, Nabi SAW masuk ke dalam. Bertaqarrub lagi kepada Allah SWT.

''Ini hikmah pertama. Jadi yang ingin disampaikan kepada kita adalah ketika kita berada dalam keadaan ingin mendekat kepada ALLAH SWT, di tempat manapun, maka carilah tempat yang mampu mendekatkan diri kepada Allah,'' jelasnya

''Itulah prinsip pertama mengapa yang dicari Nabi SAW, gua hira bukan gua yang lain. Karena tempat itu memudahkan beliau terhubung dengan Allah SWT,'' jelasnya.

Kedua, menemukan tempat seperti ini tidak mudah.

''Dari gua hira sampai ke kediaman Nabi SAW setidaknya melewati lima bukit yang terlihat langsung dari atas. Lima sampai enam kilo itu dari rumah Nabi sampai ke bawah Jabal Nur. Dari bawah ke atas, 700 meter. Naiknya tidak mudah,'' jelasnya.

Nabi Muhammad SAW saat itu berkali-kali ke Gua Hira. Dengan situasi banyak badai, banyak batu curam.

''Maka ini gambaran kepada kita menemukan tempat yang dekat dengan Allah SWT ini tidak mudah,'' tegasnya.

Sumber: TribunKaltim.co

Posting Komentar

close
.....Klik 2x (Close).....