Pendaftaran Politeknik Dibuka, Ini Persyaratan SBMPN 2020!

SBMPN 2020

AntariMedia.com - Pembukaan pendaftaran politeknik negeri telah resmi dibuka hari ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) 2020 dilakukan dengan menggunakan portofolio akibat mewabahnya pandemi COVID-19.

Pendaftaran SBMPN 2020 dapat dilakukan mulai tanggal 19 Mei hingga 25 Juni 2020. Calon mahasiswa yang ingin masuk politeknik negeri minimal lulusan SMA/SMK/MA/Paket C tahun 2018, 2019, dan 2020.

"Jalur SBMPN yang biasanya itu kita selenggarakan berbasis tes tulis tapi karena adanya pandemi ini ada penyesuaian, akhirnya kita menyelenggarakan SBMPN ini berbasis portofolio seperti halnya SNMPN," kata Zainal dalam telekonferensi, Selasa (19/5/2020).

Dalam kurun waktu pendaftaran tersebut calon mahasiswa diminta mengirimkan portofolio pendidikan terakhir mulai dari semester 1 hingga semester 6. Nantinya, hasil SBMPN 2020 akan diumumkan pada 4 Juli 2020.

"(Peserta) bisa melakukan pendaftaran mulai 19 Mei ini hingga tanggal 25 Juni. Ini pendaftaran dan pengisian data. Termasuk juga proses verifikasinya di tanggal-tanggal ini. Pengumuman hasil SBMPN itu akan diumumkan tanggal 4 Juli 2020," ucap Zainal.

Lebih lanjut Zainal menjelaskan pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru politeknik negeri dilakukan setiap tahun melalui 3 jalur. Sebanyak 40 persen mahasiswa diterima melalui jalur seleksi nasional masuk politeknik negeri (SNMPN), 40 persen melalui jalur SBMPN, dan 20 persen lainnya melalui jalur mandiri.

Sementara itu, SBMPN tahun ini akan dikenakan biaya sebesar Rp 150.000. Zainal kemudian mengatakan SBMPN tahun ini juga menerima para pendaftar melalui KIP Kuliah.

"Di SBMPN kita menarik biaya 150.000 untuk pendaftaran, untuk proses mulai pengisian data, proses verifikasi sampai ke pengumuman," tutur Zainal.

Zainal menjelaskan secara singkat terkait alur pelaksanaan SBMPN 2020. Syarat dan ketentuan SBMPN juga dapat dilihat melalui laman sbmpn.politeknik.or.id atau di pusat bantuan Call Center WhatsApp 0812 2700 2600.

"Tentunya yang pertama adalah proses registrasi, kemudian nelakukan pembayaran, kemudian mendapatkan password untuk login, terus juga melakukan pengisian data seperti ijazah, kemudian data ekonomi keluarga sampai ke KIP Kuliah, baru kemudian yang terakhir adalah melakukan pengisian setelah peserta yakin bahwa semua data yang diisikan adalah benar," ungkap Zainal.

Selain itu, Dirjen Pendidikan Sekolah Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto menyoroti persoalan kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri. Dia mengimbau agar penerapan dunia kerja dan dunia pendidikan vokasi dapat semakin menyatu.

"Kami di Kemendikbud sangat mendorong agar dunia pendidikan khususnya di politeknik dan kampus vokasi di Indonesia harus benar-benar makin menikah dengan industri dan dunia kerja. Apa yang dimaksud menikah, kurikulum harus dikolaborasikan, pengajar tamu harus rutin, kemudian ada sertifikasi kompetensi, ada komitmen penyerapan lulusan dan sebagainya, itu adalah paket pernikahan minimal yang istilahnya harus diwujudkan untuk seluruh prodi vokasi di Indonesia," tutur Wikan.

Lebih lanjut Wikan juga mengimbau agar calon mahasiswa dapat menentukan minat dan bakatnya sebelum masuk ke jenjang perguruan tinggi. Menurutnya, calon mahasiswa yang minat dalam praktik disarankan untuk masuk pendidikan vokasi.

"Memilih prodi, tentukan apakah calon siswa itu lebih fokus pada analitikal atau pengembangan ilmu maka masuklah ke S1 akademik, tapi kalau karakternya lebih cocok kepada hands on, praktikal, penerapan ilmu maka masuk vokasi," ucap Wikan.

Sumber: Detik.com


Posting Komentar

close
.....Klik 2x (Close).....