-->

Anggaran Pensiunan PNS Dikeluhkan Oleh MenPAN-RB

Anggaran Pensiunan PNS Dikeluhkan Oleh MenPAN-RB - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, jika beban keuangan negara untuk membayar pensiunan PNS sangatlah berat.

Anggaran Pensiunan PNS Dikeluhkan Oleh MenPAN-RB
Ilustrasi PNS/JawaPos.com

Itulah sebabnya pemerintah memutuskan tidak akan menaikkan gaji PNS karena akan berimbas pada besaran pensiun.

"Mengurus pensiun ini cukup merepotkan. Beban negara jadi besar karena pensiun ini makanya dalam 15 tahun terakhir, pemerintah tidak menaikkan gaji PNS," kata Menteri Tjahjo saat rapat kerja Komisi II DPR RI, Senin (6/7).

Meski tidak akan ada naik gaji, lanjut Tjahjo, pemerintah memberikan berbagai subsidi bagi pensiunan.

"Jadi PNS yang pensiun mendapatkan subsidi dari Taspen dan pemerintah," ucapnya.

Selain itu, kata Tjahjo, sebagai pengganti karena tidak ada naiknya gaji, pemerintah memberikan gaji ke-13 dan juga ke-14.

Lalu benarkah PNS dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini tidak akan naik gaji?

Data KemenPAN-RB menyebutkan, sejak 2006 hingga 2020 sudah ada 11 kali kenaikan gaji PNS.

Sebelas kali pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Satu kali di masa pemerintahan Joko Widodo.

Pada 2006 kenaikan gaji PNS telah mencapai 15 persen, 2007 sebanyak 20 persen, 2008 (20 persen), 2009 (15 persen), 2010 (5 persen), 2011 (10 persen), 2012 (10 persen), 2013 (7 persen), 2014 (6 persen), 2015 (6 persen).

Pada tahun 2015 ada kenaikan gaji karena sudah dianggarkan pemerintahan SBY di RAPBN 2015.

Lalu pada periode pertama pemerintahan Jokowi, 2016-2018 tidak ada kenaikan gaji. Sebagai gantinya bagi PNS telah diberikan gaji ke-14.

Jokowi baru menaikkan gaji PNS sebesar 5 persen pada tahun 2019.

Sedangkan untuk gaji-13 yang diberlakukan kali pertama oleh Presiden Megawati Soekarnoputri sejak 2004.

Kebijakan ini dilanjutkan Presiden SBY hingga Presiden Jokowi.

Sumber: JPNN.com

Posting Komentar