-->

Alasan Inilah yang Membuat Menkes Terawan Sulit Direshuffle Jokowi

AntariMedia.com - Sejak Maret Indonesia dilanda pandemi Covid-19 dan selama itu pula kinerja pemerintah selalu menjadi sorotan dalam penanganan virus tersebut. Salah satunya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang selama ini cukup banyak menuai kritik masyarakat.

Alasan Inilah yang Membuat Menkes Terawan Sulit Direshuffle Jokowi
Alasan Inilah yang Membuat Menkes Terawan Sulit Direshuffle Jokowi

Bahkan selama digerus pandemi Covid-19 di awal Juli lalu. Berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO), Terawan menjadi salah satu menteri yang masuk dalam kategori layak untuk direshuffle Presiden Jokowi mencapai 52,4 persen sebelum Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly pada 64,1 persen.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai adalah wajar apabila masyarakat menginginkan Terawan untuk direshuffle hal itu adalah dampak dari kacamata politik atas kinerjanya selama Pandemi Covid-19.

"Wajar jika publik menanyakan kinerja Menkes yang buruk. Karena penanganan Corona itu kan leading sectornya Menkes Terawan, dan secara kinerja memang harus direshuffle, karena kinerjanya jeblok," kata Ujang saat dihubungi merdeka.com, Minggu (27/9).

Namun demikian, ia melihat ada hal yang tak bisa dilakukan Presiden Jokowi mendepak Terawan, mungkin faktor background militer yang melekat pada Terawan dengan pangkat terakhirnya Letnan Jendral.

Hal itu lah yang menjadi perhitungan secara politik bagi Jokowi, tak mudah bila ingin mendepak terawan dari kabinet. Terlebih, Ujang mengatakan banyaknya kesamaan background militer dalam kabinet.

Seperti, Jenderal-jenderal purnawirawan TNI di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf yakni, Menteri Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto dan Jenderal purnawirawan dari Polri di Kabinet Indonesia Maju adalah Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian.

"Namun secara politik, mungkin dia aman-aman saja. Tak akan kena reshuffle, mungkin karena dia juga seorang jenderal. Di mana dia punya back up politik dari para teman-temannya sesama jenderal," tuturnya.

Dampaknya, ia melihat Presiden Jokowi hanya bisa memberikan kritik-kritik tajam atas kinerja Menteri Terawan selama penanganan Pandemi Covid-19, tanpa bisa mengambil jalan reshuffle.

Segera Reshuffle Terawan

Ia pun berpandangan seharusnya dari segi perhitungan urgensi kinerja dan politik sudah seharusnya Presiden Jokowi segera mereshuffle Terawan agar citra Presiden Jokowi tidak merosot di mata masyarakat.

"Kalau direshuffle itu memang sudah seharusnya. Kalau direshuffle dampaknya positif ke Jokowi. Karena menteri yang tak bagus diganti dan tidak untuk dipertahankan," katanya

"Tetapi kalau tidak direshuffle. Jokowi akan terkena getahnya, karena mempertahankan menteri yang kinerjanya memble," tuturnya.


Terawan Diminta Jokowi Atasi Ketimpangan Testing di Daerah

Pada pemberitaan sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Menteri Terawan Agus Putranto agar membuat desain perencanaan terkait kemampuan testing Covid-19. Guna mengatasi ketimpangan testing di setiap provinsi, guna mencegah penyebaran virus Covid-19 semakin meluas.

"Saya minta untuk urusan test ini Kemenkes saya minta dibuat desain perencanaan yang betul-betul yang baik. Jangan sampai yang saya lihat, provinsi, ada provinsi yang sudah melakukan tinggi sekali, tapi ada provinsi yang testingnya masih rendah sekali," kata Jokowi saat sidang kabinet Paripurna terkait penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Oleh sebab itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta agar desain perencanaan dilakukan menyeluruh. Mulai dari lab yang tersedia, hingga alat tes.

"Perencanaan itu kita perlukan sehingga kelihatan nanti, kasus-kasus positif ini berada di wilayah atau provinsi yang mana," ungkap Jokowi.

Sumber: Merdeka.com

Posting Komentar