-->

Beredar Luas Link daftar.prakerja.vip untuk Daftar Kartu Pra Kerja, Jangan Diklik, Karena Situs Berbahaya

 


Daftar Kartu Prakerja


AntariMedia.com - Link prakerja.vip Jangan Diklik Bisa Tarik Data di Ponsel! Pendaftaran Prakerja Gelombang 11 Di SINI


Dapat broadcast pesan WhatsApp atau pesan singkat SMS tentang link prakerja.vip?


Jangan pernah klik link prakerja.vip.


Akibatnya berbahaya bagi keamanan akun di ponsel kamu.


Waspada penipuan, link penipuan prakerja VIP, yakni tentang pendaftaran kartu prakerja gelombang 11 viral di whatsapp.


Berikut bunyinya:


"Daftar Prakerja Sekarang


Dapatkan bantuan sebesar 600.000 dari pemerintah lewat program prakerja


Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya


yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.


Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan


Langkah untuk mendaftar Prakerja


Kunjungi situs https://prakerja.vip


Isi formulir data diri


Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp


Bantuan akan dikirim melalui rekening bank


harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan


https://prakerja.vip"


Hasilnya saat klik https://prakerja.vip


Berdasarkan penelusuran Tribun Timur menggunakan laptop, saat mengakses prakerja.vip malah mengarahkan pada situs berbahaya.


Saat dicoba, langsung mendapat peringatan dari situs antivirus McaAfee.


"Whoa! Are you sure you want to go there?


https://azoaltou.com/afu.php may be risky to visit"


Meski mengatakan situs itu adalah daftar prakerja, kenyataannya pengakses akan diarahkan ke situs yang mengunduh program.


Hasilnya selalu berubah. Pada percobaan selanjutnya, pengakses malah diarahkan ke situs belanja online.


Jika menggunakan smartphone, diarahkan langsung ke website mirip sekali web prakerja asli.


=>>> INGAT akun resmi kartu prakerja adalah www.prakerja.go.id. Waspada penipuan.


Makan Korban


Annisa, karyawati pabrik di Kecamatan Bawang, Banjarnegara yang menerima pesan itu dari temannya seketika tergiur.


Ia tak ingin kehilangan kesempatan untuk mengikuti program tersebut.


"Saya sempat tanya ke teman, apa prakerja masih buka. Dijawab katanya masih,"katanya


Annisa tak memasang curiga.


Ia langsung masuk ke link website tersebut sesuai petunjuk.


Setelah link berhasil dibuka, ia diarahkan untuk mengisi identitas atau nama lalu diminta untuk memasukkan nomor telepon.


Annisa pun mengikuti petunjuk itu dengan menuliskan nama lengkap dan nomor handphone pribadinya. Hingga ia diarahkan ke tahapan selanjutnya, Annisa mulai merasa ada yang janggal.


Ia diminta untuk membagikan info pendaftaran prakerja melalui link itu ke banyak nomor whatsapp, baik akun pribadi atau grup.


Tapi ia memutuskan tetap mengikuti petunjuk itu. Annisa telah membagikan info itu ke 20 nomor whatsapp yang tersimpan di kontaknya.


Meski demikian, ia belum juga berhasil mendaftar. Ternyata, ia harus membaginya informasi itu ke 100 nomor whatsapp untuk bisa berlanjut ke tahapan selanjutnya. Karena registrasinya belum berhasil, ia lantas berkonsultasi ke saudaranya.


Hingga ia akhirnya tersadar, link pendaftaran yang ia akses bukan link website resmi pemerintah.


Beberapa saat kemudian, ia bahkan tidak bisa lagi mengakses link tersebut. Annisa semakin yakin jika link tersebut abal-abal.


"Saya akhirnya tidak lanjutkan. Linknya juga sudah tidak bisa diakses,"katanya


Annisa agak khawatir. Terlebih ia telah mengupload nama lengkap dan nomor handphone pribadinya.


Ia takut data pribadinya itu disalahgunakan. Ternyata ia bukan sendirian.


Pesan mengenai petunjuk pendaftaran prakerja itu telah beredar kemana-mana.


Terlebih link itu mengarahkan pengaksesnya untuk membagikan informasi pendaftaran ke banyak nomor whatsapp.


"Sudah banyak yang terima pesan itu dan mendaftar. Info itu juga terus menyebar," katanya.


Sumber: Serambinews.com


Posting Komentar