-->
loading...

Dampak Dari Pandemi Covid-19, 300 Ribu Penduduk Jatim Menganggur di Tahun 2020

AntariMedia.com - Di tahun 2020, angka pengangguran nampaknya meningkat drastis. Dilansir dari data milk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim mencatatkan jumlah pengangguran mencapai hingga 1,3 juta orang atau setara dengan 5,26 persen.

Dampak Dari Pandemi Covid-19, 300 Ribu Penduduk Jatim Menganggur di Tahun 2020

Himawan Estu Bagijo Kepala Disnakertrans Jatim mengakui, meningkatnya angka pengangguran di Jatim ini adalag dampak dari kondisi pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara.

“Dari jumlah pekerja 8 juta lebih (di Jatim) ada penambahan 300 ribu pengangguran (baru). Kebanyakan angka pengangguran merupakan lulusan SMA dan SMK di Jawa Timur,” ucapnya, hari Senin (25/1/2021).

Di tahun 2019 lalu, Himawan menyebutkan, pengangguran di Jatim hanya mencapai 3,6 persen dari jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 40 juta. Maka pengangguran di tahun 2020 mengalami peningkatan yang cukup drastis.

Adapun faktor-faktor itu di antaranya adalah, banyaknya pekerja migran dari Jatim yang diputus kerja selama pandemi. Bahkan ada juga beberapa lulusan baru tingkat SMA/SMK yang masih belum bisa berangkat menjadi pekerja migran.

“Karena jumlah pengangguran juga didukung dari sektor migran. Banyak pekerja migran yang putus kerja selama pandemi Covid-19 ini,” ucap Himawan.

Data pengangguran Disnakertrans Jatim selaras dengan data BPS Jatim yang menyebutkan, hingga Agustus 2020 lalu, sebanyak 1,30 juta penduduk di Jatim yang menganggur.

Menurut BPS Jatim, pada periode yang sama angkatan kerja di Jatim meningkat menjadi 22,26 juta jiwa, naik 396,37 ribu atau 1,81 persen dibandingkan dengan bulan Agustus tahun 2019 lalu.

“Sampai Agustus 2020, hanya 20,96 juta orang penduduk di Jatim yang bekerja,” jelas Dadang Hardiwan Kepala BPS Jatim beberapa waktu sebelumnya.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim, kata Dadang, meningkat 2,88 persen poin. Hingga Agustus 2020 TPT Jatim jadi 5,84 persen dari 3,82 persen. Adapun Pengangguran terbuka terbanyak berada di perkotaan.

“Di perkotaan TPT mencapai 7,37 persen. Sedangkan di pedesaan sebesar 4,13 persen,” ucap Dadang.

Data BPS juga menunjukkan, berdasarkan dari tingkat pendidikan, lulusan SMK masih mendominasi dengan kontribusi 11,89 persen. Sedangkan untuk lulusan SMA hanya mencapai 9,34 persen.

Dadang memiliki pendapat jika tingginya pengangguran di Jatim dikarenakan bermasalahnya tawaran tenaga kerja lulusan SMK/SMA di Jatim dengan pasar kerja.

Sumber Artikel: https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2021/akibat-pandemi-300-ribu-penduduk-jatim-menganggur-selama-2020/

Posting Komentar

close
.....Klik 2x (Close).....
loading...