-->
loading...

Wajib Diingat dan Dicatat! Ini Daftar Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Hal-hal yang Membatalkan puasa
Puasa Ramadhan adalah salah satu puasa yang wajib dilakukan dan juga wajib juga untuk menahan diri dari makan, minum maupun hal-hal yang bisa membatalkan puasa. 

Antarimedia.com - Hari ini tepatnya pada hari Selasa, 13 April 2021 merupakan hari yang bahagia bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia. Karena pada hari ini puasa Ramadhan 2021 telah di mulai. 

Puasa Ramadhan adalah salah satu puasa yang wajib dilakukan dan juga wajib juga untuk menahan diri dari makan, minum maupun hal-hal yang bisa membatalkan puasa. 

Ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan, mungkin akan lebih baik lagi jika kita memulai belajar dan mengetahui tentang hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika berpuasa. 

Dan berikut mungkin sedikit pengetahuan dari Antarimedia.com mengenai dari hukum berpuasa, hal-hal yang Membatalkan puasa dan masih banyak lagi lainnya. 

Hal-Hal yang Harus Dijauhi Selama Berpuasa Ramadhan

- Berkumur atau istinsyaq secara berlebihan

- Mencium istri di siang hari, jika tidak mampu menahan syahwat

- Berbohong

- Memfitnah

- Berkata kotor

- Membuat gaduh

- Berkelahi

- Mengganggu orang lain, serta perbuatan lain yang tidak sesuai dengan ajaran Islam

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan 

Mengutip dari Buku Panduan Praktis Islami, Berikut ini adalah hal-hal yang membatalkan puasa:

- Makan

- Minum

- Merokok

- Melakukan hubungan seksual suami istri

- Muntah dengan sengaja

- Mengeluarkan mani dengan sengaja

1. Orang-orang yang diwajibkan Berpuasa

Hukum Puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi orang-orang yang memeluk agama Islam.

Wajib itu yang berarti harus dilakukan, dan jika dilakukan nantinya akan mendapatkan pahala dan jika tidak dilakukan nantinya akan mendapatkan dosa.

Orang-orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan adalah semua orang-orang muslimin dan muslimat yang mukallaf.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah karya Ust. Syukron Maksum, hukum Puasa Ramadhan sudah tertuang di dalam Surat Al-Baqarah (2): 183 yang berbunyi:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajib kan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajib kan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." [QS. al-Baqarah (2): 183].

2. Orang yang Tidak Diwajibkan Berpuasa

Orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan adalah perempuan yang mengalami haidl dan nifas di bulan Ramadlan.

Para ulama telah sepakat bahwa hukum nifas dalam hal puasa sama dengan haid.

"Aisyah r.a. berkata: Kami pernah kedatangan hal itu [haid], maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat." (HR. Muslim)

3. Orang yang Diberi Keringanan untuk Tidak Berpuasa

Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan Ramadhan:

- Orang yang sakit biasa di bulan Ramadhan.

- Orang yang sedang bepergian (musafir).

4. Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa Diganti Fidyah

Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud ( 0,6 kg) atau lebih makanan pokok, untuk setiap hari.

- Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.

- Orang yang sakit menahun.

- Perempuan hamil.

- Perempuan yang menyusui.

Bacaan Niat Sahur dan Berbuka Puasa Ramadhan 

Bacaan Niat Sahur

Bacaan niat puasa ini dilakukan sebelum melaksanakan puasa atau dibacakan malam hari setelah tarawih.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'aala.

Bacaan Berbuka Puasa 

Selain itu, sebelum berbuka puasa, umat Muslim juga harus membaca doa berbuka puasa, sebagai berikut:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Nabi Saw ketika berbuka puasa, beliau membaca: Dzahabaz dzama-u, Wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, Insyaa Allah

Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, Insya Allah."

Sumber: Tribunnews.com

Posting Komentar

close
.....Klik 2x (Close).....
loading...