-->
loading...

Tunggu Aduan Dari Warga, Jika Ada Kodam Jaya Berjanji Akan Babat Habis Debt Collector

Tunggu Aduan Dari Warga, Jika Ada Kodam Jaya Berjanji Akan Babat Habis Debt Collector - Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya) Kolonel Arh Herwin BS menyebutkan jika pihaknya akan bertindak tegas untuk memberantas debt collector yang memang sangat meresahkan apabila menerima laporan dan informasi dari masyarakat Jakarta.

Tunggu Aduan Dari Warga, Jika Ada Kodam Jaya Berjanji Akan Babat Habis Debt Collector
Tunggu Aduan Dari Warga, Jika Ada Kodam Jaya Berjanji Akan Babat Habis Debt Collector

Penegasan itu merupakan tindak lanjut dari pernyataan Pangdam Jaya Dudung Abdurachman yang menyebutkan akan membabat tuntas para debt collector karena dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat. Pangdam sendiri mengakui jika sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya dalam usaha menangani sepak terjang debt collector.

"Penanganan sesuai dengan laporan-laporan dari masyarakat, maupun adanya informasi-informasi debt collector," ucap Herwin ketika dihubungi tim CNNIndonesia.com, hari Selasa (11/5).

Berbekal laporan dari warga, jelas Herwin, nantnya akan ada tim yang khusus ditugaskan untuk menumpas habis para pelaku debt collector.

"Waktu berjalan, tim bergerak sesuai aduan" ucapnya. 

Herwin menjelaskan lebih lanjut jika Kodam Jaya juga tak akan bergerak sendiri dalam menangani masalah para debt collector ini. Diulangi Herwin bahwa Kodam Jaya akan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya.

Teknis penanganannya pun akan dilakukan dengan koordinasi bersama Polda Metro Jaya.

"Secara teknis akan diatur dan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya," ucap dia.

Masalah debt collector ini tengah mendapatkan sorotan yang tajam dari Kodam Jaya paaca insiden seorang anggota Pembina Desa (Babinsa) Serda Nurhadi dihadang oleh 11 orang anggota debt collector di kawasan Semper, Jakarta Utara, pekan lalu.

Nurhadi dihadang ketika hendak membantu warga dan mobilnya pun akan diambil paksa dikarenakan telah menunggak ke jasa piutang yang menggunakan debt collector pada sistem penagihannya.

Penghadangan terhadap Serda Nurhadi itupun langsung viral di media sosial. Tak lama kemudian, 11 anggota debt collector itu pun berhasil ditangkap. Mereka juga sudah ditetapkan menjadi tersangka dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Posting Komentar

close
.....Klik 2x (Close).....
loading...